Suara.com - Seorang gadis berusia 17 tahun di Eastern Cape, Afrika Selatan menjadi korban pemerkosaan bergilir oleh 11 pria.
Menyadur News24.com, Jumat (11/9/2020), kepolisian Easten Cape, Afrika Selatan sedang mengadili 11 pelaku pemerkosaan gadis 17 tahun yang dilakukan di lapangan sepakbola.
Insiden pemerkosaan tersebut terjadi di New Home di OR Distrik Tambo. Menurut Brigadir Thebinkosi Kinana, pelaku memerkosa seorang gadis berusia 17 tahun pukul 22.00 waktu setempat.
Pelaku melakukan aksi bejatnya ketika sang korban kembali dari rumah teman korban.
"Menurut informasi, korban dalam perjalannya dari rumah temannya, kemudian dia bertemu dengan empat pria yang tidak dikenal lalu menculik dan memerkosa korban di sebuah lapangan bola," jelas Brigadir Kinana.
"Menurut laporan korban, empat pelaku dan diikuti tiga pelaku lainnya juga ikut memerkosa korban di tempat yang sama," sambungnya.
Dia mengatakan, korban kali pertama diserang empat lelaki yang menculiknya, dan dibawa ke lapangan sepak bola.
Pada lokasi itu, korban diperkosa empat orang dan dianiaya hingga tewas. Setelah meninggal, tiga orang berbeda datang merudapaksa mayatnya.
Kinana juga menjelaskan, juga belum diketahui semua pelaku sudah merencakan aksi kejahatannya.
Baca Juga: Hindari Seekor Ayam, Seorang Pengemudi di Afrika Selatan Tabrak Rumah
"Belum diketahui apakah mereka merencakan kejahatan di tempat yang sama. Investigasi sedang dilakukan untuk mengungkap motif kejahatan tersebut," ujar Kinana.
Komisioner polisi Eastern Cape komisione, Letjen Liziwe Ntshinga meminta kepada timnya untuk melacak, menindak dan mengusut tindakan kriminal yang sangat mengerikan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan
-
Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
-
Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah
-
Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif
-
Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita
-
IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism
-
Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal