Suara.com - Seorang pengemudi mobil di Afrika Selatan menabrak sebuah rumah lantaran menghindari seekor ayam yang sedang menyeberang jalan di kota Verulam, Afrika Selatan, dekat Durban.
Menyadur Daily Mail, Sabtu (29/8/2020) seorang pengemudi berusia 41 tahun itu awalnya mengatakan kepada polisi bahwa dia telah berusaha untuk tidak menabrak seorang anak yang berlari menyeberang jalan.
Kemudian ia mengatakan bahwa yang ia hindari kemungkinan seekor anjing atau ayam. Dia mengatakan dia kehilangan kendali mobilnya, menabrak sebuah tembok dan langsung masuk ke sebuah rumah.
Menurut laporan News24, sebuah Ford Focus yang dikendarai rusak parah akibat tabrakan tersebut, namun tidak ada orang yang berada di dalam rumah mengalami luka-luka.
Pengemudi dan penumpangnya yang berusia 19 tahun mengalami luka ringan yang dirawat di tempat kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit dengan ambulans.
Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia 2018 tentang keselamatan jalan, kerugian akibat kecelakaan jalan raya di Afrika Selatan terhadap ekonomi diperkirakan lebih dari R164 miliar (Rp 136 triliun).
Laporan tersebut memperkirakan bahwa pada tahun 2016 terdapat 14.507 kematian di jalan raya, menjadikannya sebagai negara dengan salah satu tingkat kematian di jalan raya tertinggi.
Pada bulan Desember, kematian akibat kecelakaan di Afrika lebih tinggi daripada rata-rata seluruh Afrika dan rata-rata dunia pada bulan yang sama.
Pada bulan itu, Afrika Selatan memiliki angka kematian di jalan yang lebih tinggi daripada kebanyakan negara yang disurvei setiap tahun.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Memuncak, Afrika Selatan Longgarkan Pembatasan Pekan Depan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Usut Kasus Silmy Karim, KPK Geledah Kantor Biro Jasa di Bali
-
Dua Kebakaran Serang Duren Sawit Dini Hari, 23 Jiwa Terdampak dan Ratusan Juta Rupiah Ludes
-
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Silmy Karim di Jakarta dan Bali, ASN Hingga Swasta Dicecar
-
Kafe MIlik Gofar Hilman di Melawai Terbakar Gara-Gara Percikan dari Fryer
-
Jakarta Menuju 500 Tahun, Pemprov Genjot Transportasi, Pendidikan, dan Penataan Permukiman
-
Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?
-
JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG
-
Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025
-
Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat
-
Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan