Suara.com - Jejak digital pelaku penusukan Syekh Ali Jaber terungkap. Publik pun menyoroti beberapa unggahan foto dan status sosial media milik pelaku yang dinilai tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan jiwa.
Dari penelusuran Suara.com, pelaku AA terpantau memiliki sejumlah sosial media. Kendati tak terlalu sering mengunggah status dan foto, namun sosial media AA sudah dipenuhi komentar warganet yang mengecamnya.
Di Instagram, akun milik AA kini bahkan mengalami lonjakan hingga 1500 pengikut dalam sehari.
Sementara itu di Facebook, pelaku terakhir kali menggunakannya pada tahun 2018 lalu yang menunjukkan bahwa ia lupa kata sandi akunnya.
Dua sosial media itu tidak menunjukkan adanya tanda-tanda pelaku akan merencanakan aksinya menyerang ulama Syekh Ali Jaber pada Minggu (13/9/2020).
Sebaliknya, warganet justru menilai bahwa semua unggahan sosial media AA layaknya akun orang-orang pada umumnya.
Lebih lanjut, warganet menganggap bahwa klaim gangguan jiwa yang disebut keluarga AA tidak terlihat dalam setiap unggahan AA.
"Orang gila enggak mungkin bisa bikin status FB begini pak @DivHumas_Polri @poldalampung," tulis warganet Twitter @p3nj3l***** yang mengunggah tangkapan layar status Facebook AA.
"Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber bukan orang gila fix," imbuh akun @wahsar** yang mengunggah foto pelaku sedang berfoto di sebuah warung bakso.
Baca Juga: Syekh Ali Jaber Ditusuk, Ini Pernyataan Keras Menag Fachrul Razi ke Pelaku
Menurut keterangan keluarga, AA punya masalah kejiwaan sejak 2016. Tetapi polisi tidak percaya begitu saja.
Untuk memastikannya, kondisi kejiwaan AA akan diperiksa Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Lampung, hari ini.
"Belum bisa dipastikan yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa. Kita sudah koordinasi dengan Biddokkes Polda untuk cek kondisi kejiwaan yang bersangkutan," kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Yan Budi Jaya kepada Suara.com, Senin (14/9/2020).
Polisi tetapkan AA sebagai tersangka
Ketika diinterogasi polisi, AA mengatakan sering mengikuti tausiyah Syekh Ali Jaber melalui kanal YouTube dan televisi. Dia mengaku sekitar tahun 2019 pernah berhalusinasi didatangi tokoh agama tersebut.
Saat ini, polisi masih mengamankan AA. Stasus hukumnya sudah ditingkatkan menjadi tersangka penganiayaan berat.
Berita Terkait
-
Syekh Ali Jaber Ditusuk, Ini Pernyataan Keras Menag Fachrul Razi ke Pelaku
-
Cerita Syekh Ali Jaber Ngantri Sambil Doa untuk Ketemu SBY di Singapura
-
Mahfud Md Tak Percaya Penusuk Syekh Ali Jaber Orang Gangguan Jiwa
-
Polisi: Penusuk Syekh Ali Jaber Tidak Terpapar Radikalisme
-
Soal Penusukan Syekh Ali Jaber, Mahfud Minta Aparat Lindungi Pendakwah
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Panas! Militer Amerika Serikat Buru Kapal Pembayar Upeti Iran di Selat Hormuz
-
15.000 Paket Sembako dari Indonesia Tiba di Gaza, Baznas Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
-
Mendagri Dukung Perpanjangan Dana Otsus Aceh dan Usulkan Kembali ke 2 Persen Akibat Dampak Bencana
-
Mensos Gus Ipul Pastikan Bansos Cair Minggu Ketiga April 2026, Dijamin Lebih Tepat Sasaran
-
Polemik Ceramah JK di UGM, GAMKI Ancam Lapor ke Polisi karena Dinilai Singgung Umat Kristen
-
Menteri Dody: Proyek Sekolah Rakyat di Surabaya Garapan Waskita Karya Progressnya Baik
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Setelah Iran, AS Serang Kuba? Miguel Daz-Canel: Saya Siap Mati Demi Revolusi!
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Diancam Trump Bakal Dikirim ke Neraka, Iran Siapkan 'Pusaran Maut' di Selat Hormuz