Suara.com - Pusat perbelanjaan yang tengah dibangun di Beirut dilalap si jago merah pada Selasa (15/9), hanya beberapa hari selepas kebakaran di kawasan pelabuhan.
Menyadur BBC, kebakaran terjadi di Beirut Souk, bangunan yang dirancang oleh mediang arsitek terkenal Inggris-Irak, Zaha Hadid.
Pemadam kebakaran datang sesaat setelah kobaran api merusak sudut atap kisi-kisi Beirut Souk.
Sejauh ini belum ada laporan terkait korban luka dan penyebab munculnya api di gedung yang terletak di distrik komersial dekat pelabuhan kota ini.
"Ini mengerikan. Sulit dipercaya. Setiap hari kami punya masalah," ujar pelari Joe Sayegh, saat berdiri di dekat Beirut Souk, dikutip BBC dari Reuters.
Insiden ini menambah daftar kebakaran yang terjadi selepas ledakan besar di pelabuhan Beirut pada 4 Agustus yang mengakibatkan 200 korban tewas dan 6.000 orang luka.
Pekan lalu, dua kebakaran terjadi di kawasan pelabuhan, mengakibatkan warga yang menuduh elit penguasa melakukan korupsi dan abai, meradang.
Kebakaran pertama setelah ledakan besar terjadi pada Selasa (8/9) yang langsung dapat dipadamkan dengan cepat.
Sementara kebakaran selanjutnya, yang lebih besar, terjadi di gudang tempat penyimpanan bantuan pada Kamis (9/10).
Baca Juga: Gegara Lupa Matikan Kompor, Kebakaran Lahap Tiga Bangunan Dekat RS Siloam
Investigasi mengungkap percikan api kemungkinan besar berasal dari sebuah gergaji listrik.
Lebanon tengah terhuyung-huyung dihantam krisis ekonomi yang menyebabkan mata uang jatuh, pengangguran meningkat, dan membuat banyak warga jatuh ke jurang kemiskinan.
Selepas ledakann dahsyat Beirut, pemerintah mengundurkan diri, sementara kekuatan barat menuntut agar penggantinya menerapkan reformasi untuk membuka bantuan keuangan.
"Jika mereka adalah orang yang sama, tidak ada yang akan berubah," tandas Sayegh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?