Suara.com - Drama matinya mikrofon anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat dalam Rapat Paripurna Pengesahan RUU Cipta Kerja membuat nama Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi sorotan.
Puan Maharani dan DPR RI bahkan menjadi topik hangat perbincangan warganet Twitter hingga membuat kedua nama itu memuncaki trending topic sejak Senin (5/10/2020) kemarin.
Nama Puan ramai dibicarakan karena rekaman video gesturnya yang diduga mematikan mikrofon anggota DPR F-Demokrat Irwan Fencho viral di sosial media.
Bukan hanya Irwan yang mengalami mikrofon mati, namun anggota DPR RI lain dari Partai Demokrat Benny K Harman juga mendadak mati kala menyatakan walk out dari sidang paripurna itu.
Banyak yang menganggap jika matinya mikrofon itu adalah simbol matinya demokrasi di dalam tubuh para wakil rakyat.
"Wow yang protes langsung di depan muka aja "bisa dikeluarkan dari ruangan saja" haha, gimana yang protes enggak langsung di depan muka mau didengar," tulis @ustadchen.
Politisi Andi Arief pun turut mengomentari momen mikrofon mati tersebut.
"Anggota Fraksi Demokrat sedang bicara, tiba-tiba mic dimatikan. Dulu kau menangis saja kami berikan tampungannya dalam wajan-wajan penghormatan. Puan Marahani," tulis dia.
"Nyesel belajar PPKN bertahun-tahun menghafal fungsi DPR tahunya fungsinya nyusahin," tulis @Bosann********.
Baca Juga: Tabiat Pemuka Agama Dibongkar Eks Kru TV dan 4 Berita Top SuaraJogja
"Bagaimana ya caranya mengembalikan Puan agar membela rakyat seperti dahulu kala??? Supaya Puan nangis bombay lagi membela wong cilik! Sekarang? Tak habis thinking!!!" sindir @Comrhang****.
Baca juga 'Profil Puan Maharani' di sini!
Detik-detik mikrofon mati
Dalam video yang dibagikan Wakil Bendahara Umum DPP- Partai Demokrat Edwin Tandjung, layar tampak menunjukkan posisi Puan Maharani duduk. Sementara Irwan Fencho tengah memberikan interupsinya.
"Menghilangkan hak-hak rakyat kecil. Kalau mau dihargai tolong ha.." belum sempat Irwan menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba suaranya tak terdengar lagi melalui mikrofon.
Hilangnya suara Irwan berbarengan dengan gestur yang ditunjukkan Puan Maharani dari layar kamera.
Berita Terkait
-
Tabiat Pemuka Agama Dibongkar Eks Kru TV dan 4 Berita Top SuaraJogja
-
Mikrofon Dimatikan saat Demokrat Interupsi, Andi Arief Sindir Tangisan Puan
-
Tengku: Apa Benar Ucapan Mahfud dan Ahok Ada Uang Cukong di Pemilu Kemarin?
-
Alasan Polisi Tidak Izinkan Demo Buruh di Kota Makassar
-
UU Cipta Kerja Resmi Disahkan, Ini Kerugian Menurut Serikat Pekerja
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan