Suara.com - Peristiwa Gubernur Jakarta Anies Baswedan menjumpai demonstran penolak Undang-Undang Cipta Kerja di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, semalam, menuai pujian, di tengah trending topik #GakPercayaJokowi di Twitter zona Indonesia.
Pujian terhadap Anies, antara lain disampaikan oleh aktivis dakwah Hilmi Firdausi, Jumat (9/10/2020). Dia mengatakan itulah, "pemimpin sesungguhnya..."
Hilmi mengunggah tautan video ke timeline Twitter. Video itu berisi peristiwa ketika Anies berdialog dengan demonstran dan diberi judul: bikin merinding, begini cara Anies tenangkan pendemo.
Banyak netizen yang kemudian ikut memberikan pujian kepada Anies setelah peristiwa itu diberitakan media-media nasional.
Sementara itu, hingga pagi hari ini, menurut pengamatan Suara.com, trending topik Twitter masih dikuasai tagar kontra pengesahan UU Cipta Kerja serta dukungan terhadap aksi massa untuk menuntut pencabutan UU yang baru disahkan DPR pada Senin (5/10/2020): #UUOmniBusLawSengsarakanRakyat, #JanganBungkamRakyat, #RakyatBukanCumaElu, #GakPercayaJokowi. Peristiwa pembakaran fasilitas publik di Jakarta juga disoroti netizen dengan membuat tagar #MahasiswaAtauPerusuh.
Anies bertemu demonstran untuk mengingatkan mereka agar menyuarakan keadilan dengan tertib.
"Teman-teman sekalian ingatlah bahwa yang namanya menegakkan keadilan, kewajiban kita semua dan termasuk Anda semua yang sedikit banyak sedang menegakkan keadilan. Jadi tolong jalankan dengan tertib, siap tertib? Siap sampai rumah tertib?," kata Anies bertanya pada demonstran yang dijawab serentak oleh massa.
"Ingat bahwa kita kata-katanya bisa dijaga," Anies menambahkan.
Anies mengatakan setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya dan setiap warga negara bisa menyampaikan pendapatnya
Baca Juga: Haru, Polisi Video Call Istri saat Amankan Demo Tolak UU Cipta Kerja
Anies juga mengatakan bahwa hak untuk menyampaikan aspirasi di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia tidak hilang karena Indonesia memang negeri merdeka, karenanya apa yang akan jadi aspirasi harus disampaikan secara tertib.
"Apalagi, sekarang ini sedang ada wabah COVID-19, ini kita semua berisiko, saya tidak ingin ada yang sakit, karenanya yang merasa dirinya pejuang, tolong pulang ke rumah tidak ada yang sakit. Besok kita teruskan, betul-betul akan teruskan," kata Anies.
Kesempatan bertemu dengan mahasiswa, semalam, juga dimanfaatkan Anies untuk mengimbau mereka pulang ke rumah masing-masing sambil tetap ikuti perkembangan.
"Karena itu adalah perjuangan kita semua. Sebagian dari Anda sudah kembali. Sekarang kita tunjukkan bahwa kita warga negara yang bertanggung jawab. Mari kita semua berdiri nyanyi Padamu Negeri," kata Anies.
Sejak awal pekan ini, berbagai elemen masyarakat, mahasiswa dan buruh, demonstrasi untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja di sejumlah lokasi di Jakarta dan daerah lainnya di Indonesia.
Apa kata pemerintah?
Berita Terkait
-
Kronologi Nama Jokowi Masuk Epstein Files, Apa Artinya?
-
Roy Suryo Cs Desak Polda Metro Bongkar Bukti Ijazah Palsu Jokowi, Kombes Budi: Dibuka di Persidangan
-
Roy Suryo Ungkap Banyak Broker di Kasus Ijazah Jokowi, Ada Uang Haram di Balik Tawaran Damai?
-
Jokowi Solid Dukung Prabowo 2 Periode, Gibran Dinilai Lebih Matang untuk Maju Pilpres 2034
-
Ada Apa di Balik Ngototnya Jokowi Suarakan Prabowo-Gibran Dua Periode?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
7 Langkah Mudah Reaktivasi PBI-JK yang Dinonaktifkan
-
Prabowo: Setiap Kali Mau Berantas Korupsi, Kelompok 'Garong' Serang Balik Pakai Kerusuhan
-
Di Istiqlal, MUI Ingatkan Perusak Lingkungan Adalah Kejahatan Besar di Mata Al-Qur'an
-
Pakai Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Acara Munajat Bangsa-Pengukuhan Pengurus MUI di Istiqlal
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi