"Orang-orang memanggil saya untuk memindahkan monyet di perkotaan, tapi saya tak tahan melihat mereka dikurung. Bagaimanapun, mereka adalah tuan kami Bajrangbali," kata Ravi Kumar, penangkap monyet.
Peneliti botani asal Delhi, Yogesh Gokhale, menyebut meski ada ancaman serangan monyet serius, tapi para warga terus memberi hewan ini makan lantaran memandang mereka sebagai simbol agama.
Kendati demikian, ada juga warga yang menganggap hewan ini sebagai hama sehingga boleh untuk dibunuh atau dimusnahkan, seperti masyarakat negara bagian Himachal Pradesh dan Uttarakhand.
Kepala Petugas Advokasi PETA India, Khushboo Gupta, mengatakan peran badan sipil lokal sangat penting dalam mengurai konflik manusia-hewan, menggarisbawahi pengolahan sampah.
“Solusinya terletak pada perencanaan kota termasuk perlindungan hutan, menutup tempat sampah dan pengumpulan sampah secara teratur," beber Gupta.
Gupta menyebut pengadaan ruang hijau untuk habitat monyet merupakan langkah yang ideal, alih-alih melakukan sterilisasi untuk menekan populasi monyet, yang dicanangkan pemerintah.
"Monyet bukan masalahnya. Manusia, yang telah menciptakan keadaan yang memaksa hewan-hewan ini masuk ke kota," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan