Ia juga terlibat dalam beberapa organisasi buruh lain seperti Gabungan Persatuan Sopir Indonesia (Gapersi) dan Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia).
Pada 2007, Jumhur pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI dan diberhentikan tujuh tahun setelahnya.
Dalam Pemilu Presiden 2014, Jumhur juga sempat mengambil jalan politiknya dengan menjadi relawan Jokowi sebagai Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM). Namun, di Pemilu Presiden 2019, Ia beralih mendukung Prabowo.
Jumhur Hidayat Ditangkap Bareskrim Polri
Jumhur Hidayat bukan satu-satunya petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap Bareskrim Polri. Sebelumnya, anggota Komite Eksektufi KAMI, Syahganda Nainggolan dan Deklarator KAMI, Anton Permana juga diamankan pihak kepolisian.
Kedua rekan Jumhur ini ditangkap atas tuduhan pelanggaran UU ITE. Sementara itu, alasan penangkapan Jumhur sendiri hingga saat ini belum diketahui secara detail.
Penangkapan para petinggi KAMI ini terjadi setelah adanya aksi penolakan Omnibus LAW UU Cipta Kerja. KAMI sendiri merupakan organisasi yang dibentuk Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin.
Latar belakang pembentukan organisasi tersebut diklaim sebagai bentuk upaya untuk menyelamatkan Indonesia yang sedang menghadapi gelombang besar di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Demikian profil Jumhur Hidayat, petinggi KAMI yang juga ditangkap polisi.
Baca Juga: Jumhur dan Syahganda Jalani Pemeriksaan, KAMI Harap Tidak Ada Penahanan
Kontributor : Theresia Simbolon
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat
-
Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel
-
Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran
-
Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur
-
Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha
-
Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar
-
9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi
-
DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan
-
Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara
-
Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau