Ada vaksin yang dihentikan sementara? ChAdOx1 nCoV-19: AstraZeneca & Universitas Oxford Dua dari kandidat vaksin yang paling disenangi, yakni dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson, telah dihentikan sementara karena relawan mengalami reaksi misterius yang belum dapat dijelaskan. ChAdOx1 nCoV-19 adalah vaksin vektor virus yang diuji coba Tahap 3, dan ditargetkan bisa diuji coba kepada 50.000 relawan.
Hasil awal dari dua fase klinis pertama menunjukkan vaksin memicu respons imun yang kuat, menghasilkan antibodi dan respons sel-T pada relawan. Namun, penelitian ini ditunda karena salah satu relawan Inggris mengalami penyakit yang belum dapat dijelaskan.
Ad26.COV2-S: Johnson & Johnson Johnson & Johnson yang memproduksi vaksin adenovector, merekrut sekitar 60.000 relawan di berbagai negara. Namun, pada 12 Oktober, pengujian harus dihentikan sementara karena relawan mengalami penyakit yang tidak dapat dijelaskan. Pengembang kini sedang menyelidikinya dan memerlukan tinjauan keamanan independen.
Tidak jarang uji klinis mengalami jeda atau penghentian sementara. Hasil uji coba pada hewan menunjukkan vaksin tersebut menghasilkan antibodi "penetral yang kuat" pada kera, dan memberikan "perlindungan lengkap atau hampir lengkap" setelah satu dosis. Sputnik V: Pusat Epidemiologi dan Mikrobiologi Nasional Gameleya Vaksin Sputnik V Rusia yang berdasarkan dua vektor adenovirus, juga menarik perhatian luas, setelah pemerintah Rusia menyetujuinya untuk penggunaan umum pada 11 Agustus 2020, tanpa menyelesaikan uji coba Tahap 3.
Hasil dari dua percobaan pertama menunjukkan respons kekebalan yang kuat di antara 76 peserta. Pengujian vaksin tidak berakhir pada Tahap 3 Para ahli memperingatkan masih butuh waktu yang lama untuk mendapatkan vaksin yang aman dan efektif, meski kecepatan kemajuan vaksin virus corona ini tak tertandingi dalam sejarah vaksinasi manusia.
Meskipun uji klinis dapat menunjukkan bahwa vaksin aman dan efektif terhadap puluhan ribu dan bahkan ratusan ribu orang, uji coba ini tidak serta merta merangkum setiap kemungkinan efek samping yang dapat terjadi di antara orang-orang tertentu atau setelah jangka waktu yang lama.
Itulah mengapa, bahkan setelah vaksin diluncurkan, penting untuk memantau keamanan dan kemanjuran vaksin, kata Naor Bar Zeev, wakil direktur Pusat Akses Vaksin Internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat John Hopkins Bloomberg di AS. "Tidak pernah ada kepastian," kata Bar Zeev kepada DW. Pemantauan yang sedang berlangsung ini kadang-kadang disebut sebagai 'Fase 4' dalam uji klinis - dan bisa memakan waktu bertahun-tahun.
"Saya pikir harapan publik adalah bahwa begitu vaksin tersedia, kita akan kembali ke keadaan semula - kita berhenti memakai masker, kita berhenti menjaga jarak. Tapi itu adalah pemahaman yang salah tentang apa yang vaksin dapat lakukan – setidaknya pada tahap awal,” kata Bar Zeev. Ia menekankan bahwa pengiriman dan evaluasi berkelanjutan dari distribusi vaksin secara luas adalah proses yang panjang. (pkp/gtp)
Baca Juga: Indonesia Lakukan Pembelian Awal Kandidat Vaksin Covid-19 dari AstraZeneca
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru