3. Ribut dengan Pemuka Adat atau Pecalang di Desa Adat Bali
I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK pada awal tahun 2020 lalu juga sempat tenar lantaran dinilai menyulut permasalahan di Desa Adat Bugbug, Karangasem, Bali.
Buntut tindakan tersebut membuatnya dilaporkan oleh Pemuka Desa Adat Bali ke Badan Kehormatan DPR RI pada Kamis (13/2/2020) silam.
Kala itu, sempat viral di media sosial video perdebatan sengit di Desa Adat Bugbung, Karangasem, Bali yang diduga salah satu pemicunya dipantik oleh Pria yang sempat menjadi cover majalah ni.
4. Dipukul Pendemo saat Aksi Tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja
Saat ramai unjuk rasa UU tolak Omnibus Law Cipta Kerja di bali, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK diketahui sempat dipukuli oleh massa aksi. Videonya sempat beredar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK terlihat menemui pendemo di halaman Kantor DPD RI Bali.
Ia tampak bersitegang dengan kerumunan pendemo di sana. Alhasil, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK sempat terkena pukulan oleh salah seorang pendemo di bagian kepala.
5. Bilang Seks Bebas Boleh Asal Pakai Kondom dan Dianggap Lecehkan Simbol Hindu
Baca Juga: Apa itu Seks Bebas? Ketahui Penyebab dan Dampak Buruknya
Baru saja terjadi, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK dilaporkan ke polisi dengan tuduhan dugaan penodaan dan pernyataan 'seks bebas diperbolehkan asalkan memakai kondom'.
Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Harta bersama seorang warga Nusa Penida mendatangi Polda bali untuk melaporkannya.
Pelapor mengatakan, I Gusti Ngurah Arya Wedakarna alias AWK telah melontarkan ucapan bernada melecehkan terkait simbol agama Hindu.
Selain itu, pernyataannya terkait 'seks bebas diperbolehkan asal pakai kondom' juga ikut dipermasalahkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Gedung Kedubes AS Diguncang Protes, Massa Buruh: Jangan Sampai Indonesia Jadi Sasaran Berikutnya
-
Peta Aceh Harus Digambar Ulang, Desa-Dusun di 7 Kabupaten Hilang Diterjang Bencana
-
Korupsi Mukena dan Sarung Bikin Negara Rugi Rp1,7 M, Pejabat-Anggota DPRD Diseret ke Meja Hijau
-
Ada Menteri Kena Tegur Prabowo di Retret Hambalang?
-
Geger Video Mesum Pasangan Misterius di Pos Polisi Tulungagung, Pelaku Diburu
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Ogah Bicara soal Dugaan Kasih Duit ke Kajari
-
Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB, Apa Syarat Kriterianya?
-
Mendagri Dorong Percepatan Pendataan Rumah Rusak Pascabencana Sumatra
-
KPK 'Korek' Ketum Hiswana Migas di Pusaran Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Satgas Galapana DPR RI Desak Sinkronisasi Data Huntara di Aceh