- Satgas Galapana DPR RI mendesak percepatan pembangunan Huntara bagi korban banjir Aceh menjelang Ramadan.
- Kendala utama percepatan pembangunan adalah belum sinkronnya data penerima manfaat dan kepastian lokasi lahan.
- BUMN siap membangun 15.000 unit Huntara, bergantung pada kecepatan pemerintah daerah menyajikan data dan lokasi.
Suara.com - Satgas Galapana DPR RI mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak banjir di Aceh.
Langkah ini dinilai mendesak lantaran masih banyak warga yang tinggal di tenda darurat, sementara umat Muslim akan segera menyambut bulan suci Ramadan.
Anggota Satgas Galapana DPR RI, TA Khalid, mengungkapkan bahwa komitmen dari berbagai pihak untuk membantu pemulihan Aceh sebenarnya sudah sangat kuat.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa kendala utama saat ini terletak pada belum sinkronnya data di lapangan.
“Kesiapan untuk membangun sudah ada. Yang perlu kita perkuat bersama saat ini adalah kesamaan data dan kejelasan lokasi, agar bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar TA Khalid di Banda Aceh dalam keterangannya, dikutip Selasa (6/1/2025).
Berdasarkan hasil rapat koordinasi terbaru, pihak BUMN dan BP BUMN telah menyatakan kesiapan mereka untuk membangun hingga 15.000 unit Huntara. Fasilitas ini diharapkan mampu memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi para pengungsi.
Kendati begitu, realisasi pembangunan tersebut sangat bergantung pada kecepatan pemerintah daerah dalam menyodorkan data penerima manfaat dan kepastian lokasi lahan.
Satgas Galapana menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), hingga Pemerintah Provinsi Aceh.
Sinergi ini diperlukan untuk menghindari tumpang tindih bantuan serta memastikan keputusan dapat diambil dengan cepat.
Baca Juga: Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
TA Khalid menegaskan bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya tugas satu instansi, melainkan kerja kolektif.
"Jika data penghuni dan lahan sudah sinkron, pembangunan Huntara bisa langsung dipercepat. Ini kerja bersama, bukan tanggung jawab satu pihak saja,” tambahnya.
Satgas Galapana DPR RI menyatakan akan terus mengawal dan menjembatani komunikasi antarinstansi agar seluruh proses administratif hingga pembangunan fisik berjalan lancar.
Harapannya, masyarakat terdampak banjir di Aceh dapat segera pindah ke hunian yang lebih aman dan menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan bermartabat.
Berita Terkait
-
Meski Bencana Banjir di Aceh dan Sumatra Sudah Surut, Tugas Kita Belum Usai
-
Ketika Bencana Memutus Jalan dan Pulihnya Jembatan Jadi Penyambung Kehidupan
-
Tak Hanya Infrastruktur, Pendidikan Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana di Aceh
-
Satgas Galapana DPR RI Dorong Sinkronisasi Data Percepatan Huntara, Target Rampung Jelang Ramadan
-
Aceh dan Bencana: Ketangguhan di Tanah Serambi Mekkah
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Pesan Duka Megawati untuk Ali Khamenei Disiarkan Televisi Iran, Singgung Warisan Bung Karno
-
Buntut Demo Tidore, DPR Minta Pemerintah Cairkan Rp132 Triliun DBH untuk Gaji PPPK!
-
Viral Pencurian Pagar Besi Kampung Melayu, Polisi Ringkus Satu Pelaku
-
Dugaan Tambang Ugal-ugalan di Desa Rantau Bakula, Walhi Beri Waktu Satu Bulan untuk Solusi
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Tak Akan Berakhir Tanpa Bukti Fisik di Persidangan
-
25 Tahun Menutup Saluran, 7 Bangunan Liar di Tanah Abang Dibongkar Usai Dilaporkan Warga
-
Mengapa Penebangan Hutan Bisa Membuat Banjir Semakin Sering Terjadi?
-
KPK Periksa Kepala Divisi LPEI Terkait Dugaan Korupsi Kredit yang Rugikan Negara Rp11 Triliun
-
Suara Bising 24 Jam dan Teror Limbah: Jeritan Warga Rantau Bakula Menuntut Keadilan ke Jakarta
-
24,5 Persen Anak Jambi 'Fatherless', Gubernur Sebut Jadi Pemicu Remaja Gabung Geng Motor