Suara.com - Vietnam mulai menguji coba vaksin COVID-19 pada monyet, seperti dilansir media setempat pada Selasa (3/11/2020).
Perusahaan produksi vaksin dan biologi (Vabiotech) negara Asia Tenggara itu melakukan uji coba vaksin pada 12 monyet rhesus, jenis monyet dari keluarga Macaca mulatta, demikian laporan harian Vietnam News.
Uji coba pada monyet, berusia tiga sampai lima tahun, dilakukan pada 27 Oktober di Pulau Reu, provinsi utara Quang Ninh.
Mamalia dengan bobot lebih dari tiga kilogram itu masing-masing diperiksa kesehatannya, dan tidak ada infeksi penyakit apa pun, seperti dikutip Direktur Vabiotech, Do Tuan Dat.
Monyet yang menerima suntikan vaksin akan dipantau selama tiga bulan dalam dua kelompok terpisah. Kemudian sampel darah mereka akan diperiksa di Hanoi untuk analisis lebih lanjut.
Disebutkan pula bahwa uji coba tersebut akan mengikuti model serupa yang mungkin dilakukan pada manusia. "Hewan tersebut akan disuntikkan vaksin dua kali, dengan selisih waktu 18-21 hari."
Vabiotech pada Juni lalu turut melibatkan tikus dalam uji coba vaksin mereka.
Para ilmuwan juga akan menguji antigen pada hewan lain, namun hasil uji coba pada monyet akan menjadi "acuan untuk tahap pengujian berikutnya sekaligus usulan untuk menguji vaksin pada manusia," bunyi laporan tersebut.
Vietnam melaporkan 1.192 kasus COVID-19, termasuk 35 kematian dan 1.065 pasien sembuh, berdasarkan data Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Bisa Munculkan Herd Immunity? Ini Penjelasan Peneliti
Lebih dari 100 vaksin COVID-19 di seluruh dunia sedang dikembangkan guna mengatasi krisis global. [Anadolu/Antara]
Berita Terkait
-
Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya
-
Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK