Suara.com - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan pihaknya belum menerima surat permohonan menggunakan kawasan Monas untuk acara reuni akbar 212, atau pada 2 Desember mendatang.
Pernyataan Taufan sekaligus membantah kalau Pemprov DKI sudah menerima surat permohonan izin tersebut.
Taufan mengatakan, jika nantinya surat itu benar masuk ke Pemprov DKI, pihaknya akan lebih dulu membahasnya.
"Belum (terima surat). Kan gini setelah ada baru kita obrolin," ujar Taufan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/11/2020).
Hari ini digelar rapat bersama sejumlah aparat kepolisian dan pihak Pemprov. Dalam surat undangannya, tertulis agenda pertemuan adalah mengenai pembahasan permohonan izin pelaksanaan reuni akbar 212 di Monas.
Namun Taufan membantah rapat yang digelar pukul 09.30 WIB itu membahas acara tersebut. Ia mengklaim hanya membicarakan soal keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sekarang ini.
"Belum, belum (bahas reuni akbar). Enggak ada kok (orang 212) yang datang," jelasnya.
Dalam prosesnya, pengajuan izin menggunakan Monas harus disampaikan dulu ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas. Setelah itu baru diteruskan ke Kesbangpol untuk dibahas lebih lanjut.
Selanjutnya jika Kesbangpol merasa aman untuk mengadakan acara di Monas, maka ia akan mengeluarkan izin. Sementara Gubernur Anies Baswedan nantinya akan menerima laporan keputusannya.
Baca Juga: Beredar Surat Undangan Bahas Reuni Akbar 212, Begini Respon Pemprov DKI
"Monas ke sini , atau Monas ke pak gubernur, pak gubernur ngasih disposisi ke Monas, Monas minta pandangan kita, analisa perkiraan keadaan," tuturnya.
Kendati demikian, ia menyebut acara reuni akbar 212 belum menjadi acara yang diprioritaskan untuk dibahas. Sebab, waktunya masih panjang dan akan dibahas bersama agenda besar lainnya.
"Kita 212 belum kita masukin ke agenda besar. Kan dia ajuin Desember. Kita kan barengan natal dan tahun baru," pungkasnya.
Sebelumnya, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab telah kembali ke Tanah Air. Kini, dia sudah berada di kediamannya di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
Terkait wacana agenda tahunan yakni Reuni 212 yang berlangsung setiap tanggal 12 Desember, hal tersebut masih dalam pembahasan. Demikian hal itu disampaikan oleh Ketua PA 212, Slamet Maarif di kawasan Petamburan, Selasa (10/11/2020) sore.
"Oh iya itu agenda reuni masih kami bahas ya apakah kami akan laksanakan seperti biasa tahun-tahun yang lalu atau ada perubahan," kata Slamet.
Slamet mengatakan, pihaknya menunggu Habib Rizieq untuk beristirahat terlebih dahulu -- mengingat dia baru saja sampai di Tanah Air. Slamet mengakui, pihaknya telah melayangkan surat permohonan untuk menggelar acara pada pihak terkait tiga bulan lalu.
"Kami nunggu setelah beliau istirahat beberapa hari. Nanti baru kami bicarakan yang jelas. Surat kepada Monas dan Pemda DKI sudah kita layangkan 3 bulan yang lalu untuk permohonan acara reuni 212," beber dia.
Berita Terkait
-
Pemprov DKI Bantah Sudah Terima Surat Izin Pakai Monas untuk Reuni 212
-
Beredar Surat Undangan Bahas Reuni Akbar 212, Begini Respon Pemprov DKI
-
Beredar Surat Bahas Reuni Akbar 212 di Monas Seusai Anies Bertemu Rizieq
-
Habib Rizieq Pulang, PA 212 Agendakan Reuni di Monas, Wagub: Belum Boleh
-
PSI: Kami Minta Pemprov DKI Jangan Jegal Proyek Strategis Nasional Jokowi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat
-
Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern
-
Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur
-
Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit
-
Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta
-
Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya
-
Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo
-
Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi
-
Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh
-
Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas