Dalam foto tersebut, Sujiwo Tejo membaca buku berjudul "Lutung Kasarung".
Unggahan Sujiwo Tejo sontak ramai akan komentar publik yang menduga budayawan itu tengah menyinggung sosok Anies Baswedan.
"Apa ini sebagai kode mbak untuk dia agar memiliki sifat seperti lutung kasarung yang pemaaf, sabar, dan baik hati?" timpal @sufy***** menyinggung sosok Anies Baswedan.
Anggota DPR RI Fadli Zon diketahui juga ikut meramaikan unggahan foto diri sedang membaca buku lewat jejaring Twitter @FadliZon, Minggu (22/11/2020) pukul 18.16 WIB.
Berbeda dengan Anies Baswedan dan Sujiwo Tejo, kritikan yang ditulis Fadli Zon dalam narasinya cukup jelas.
Fadli Zon dengan kemeja biru membawa buku karya Mohammad Hatta berjudul "Demokrasi Kita".
Dia mengatakan, isi buku tersebut masih relevan dengan keadaan sekarang.
"Saya baca ulang buku 'Demokrasi Kita' karya Mohammad Hatta yang terbit 1 Mei 1960, 60 tahun lalu. Kok masih relevan dan keadaannya hampir sama dengan sekarang. Hatta kritik tajam pemerintahan Demokrasi Terpimpin yang otoritarian di bawah Presiden Soekarno. Buku kecil ini kemudian dilarang," kata Fadli Zon.
Baca Juga: Anies: Perilaku 3M di Jakarta Cenderung Menurun
Penggiat Media Sosial Permadi Arya alias Abu Janda ikut meramaikan trend terkini foto membaca buku.
Lewat akun Twitter @permadiaktivis pada Minggu (22/11/2020) pukul 17.38 WIB, dia mengunggah foto mengenakan pakaian busana Jawa.
Adapun buku yang dibacanya berjudul "Cara AIr Masuk ke Tanah".
Unggahan Abu Janda itu sontak diramaikan oleh warganet yang mengaitkannya dengan Anies Baswedan.
Gus Nardirsyah Hosen
Gus Nadirsyah Hosen lewat akun Twitter @na_dirs ikut meramaikan linimasa dengan mengunggah foto diri sedang membaca buku, Minggu (22/11/2020) pukul 19.12 WIB.
Namun, foto yang dipakainya adalah foto lama. Kendati begitu, oleh publik narasi yang ditulisnya dinilai sangat menohok.
Pasanya, dia menyebut kata 'pencitraan' yang diduga ditunjukkan pula untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Ini foto lama upload aja. Bedanya ini lagi baca buku karya sendiri. Mosok mau pencitraan baca buku bahasa Inggris karya orang lain sih. Yang cerdas dong," tandasnya.
Gus Nardisyah Hosen membawa buku karangannya sendiri berjudul Research "Handbook On Islamic Law and Society".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi
-
5 Sabun Cuci Muka untuk Bruntusan di Dahi dan Pipi, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Prabowo-Gibran Kompak Pakai Beskap, Pimpin Kemeriahan Karnaval Kemerdekaan di Monas
-
Dari Bundaran HI, Warga Titip Harapan untuk Indonesia di HUT Ke-81 RI