Suara.com - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Amerika Serikat bersedia membantu Indonesia dalam kerja sama pengadaan vaksin COVID-19.
Hal itu terungkap dalam pertemuan Luhut dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di sela kunjungan kerja ke Amerika Serikat pekan lalu.
"Dengan Wakil Presiden Pence, saya berbicara hampir lebih 15 menit. Kami bicara akhirnya menyangkut masalah vaksin. Dan Amerika bersedia membantu vaksin," kata Luhut ketika memberikan sambutan penutup dalam acara CEONetworking 2020 secara virtual, Selasa (24/11/2020).
Luhut menuturkan pada Senin (23/11) malam tadi pihaknya juga telah menindaklanjuti rencana tersebut melalui konferensi video bersama Wakil Menteri BUMN Budi Gunawan Sadikin serta BPOM.
Salah satu perusahaan vaksin AS, Pfizer, juga disebutnya akan bekerja sama dalam pengadaan vaksin dengan Bio Farma.
"Tadi malam kami sudah follow up, kami sudah vidcall (video call) dengan Under Secretary of Health-nya, dan dengan Wakil Menteri Budi Gunadi, juga BPOM. Pfizer juga, untuk membuat kerja sama dengan Bio Farma kita," kata Luhut.
Sebelumnya, dalam kunjungan kerjanya ke AS, pekan lalu, selain bertemu dengan Presiden Donald Trump, Luhut juga diterima oleh Mike Pence.
Pence menawarkan kerja sama produksi vaksin bersama antara perusahaan Amerika Serikat dan Indonesia. [Antara]
Baca Juga: Menteri Luhut: Pfizer dan Bio Farma Kerja Sama Bikin Vaksin Covid-19
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT