"Rugi Na, Ya Allah... Rugi...," celetuk Fahri Hamzah.
Kendati berulang kali mengaku rugi, Najwa Shihab tetap terus menerus melempar pertanyaan kepada Fahri Hamzah.
"Kalau rugi kenapa banyak pengusaha yang berbondong-bondong untuk mendapatkan izin ekspor bayi lobster?" tanya Najwa Shihab.
"Karena bego, gak tahunya rugi," tandas Fahri Hamzah sambil tertawa.
Kemudian, Fahri Hamzah mengatakan, perusahaan yang untung adalah mereka yang mengambil jalan pintas dengan langkah menghindari cukai.
Dengan kata lain, terjadi penyelundupan yang membuat mereka mendapat berlipat keuntungan.
Fahri Hamzah Rintis Bisnis Budidaya Lobster
Fahri Hamzah bercerita lika-liku dan prosedur bisnis lobster yang menurutnya sangat riskan dengan resiko, dimulai dari pengurusan surat izin pendirian usaha.
Dia mengaku telah mengumpulkan banyak nelayan. Ada sekitar 2 ribu nelayan di Nusa Tenggara Barat yang berhasil diajaknya. Oleh sebab itu, Fahri Hamzah mengatakan bisnis lobster sebenarnya ideal untuk dilakukan. Sebab, nelayan bisa ikut diuntungkan.
Baca Juga: Dicecar Pertanyaan Oleh Najwa Shihab, Ngabalin: Dengar Penjelasan Saya Dulu
Meski begitu, Fahri Hamzah menegaskan bahwa bisnis lobster tetap saja butuh biaya sangat besar. Pasalnya, teknologinya belum terlalu populer.
Fahri Hamzah lantas mengungkap perihal kerugian yang dialaminya dalam dua kali pengiriman sehingga membuat dia menghentikan budidaya lobster.
"Saya mencoba mengirim 16 juli dan 19 juli tapi dua pengiriman itu rugi. Nah saya menyuruh teman-teman stop, kita gak jalan lagi karena ini ada masalah," tegas Fahri Hamzah
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa