Suara.com - Kementerian Pertahanan (MoD) Inggris berencana mengambil alih pabrik baja tua Sheffield Forgemasters yang berusia 215 tahun untuk membangun kapal selam nuklir. Menyadur Sky News Minggu (06/12) saat ini mereka sedang menelusuri kembali akar pabrik ini di tahun 1750-an.
Seorang sumber dari Sheffield Forgemasters mengatakan, pihak MoD telah berdiskusi dengan perusahaan akuntansi Deloitte untuk membicarakan hal ini.
Pada 2015, Sheffield Forgemasters didekati oleh perusahaan China tentang kesepakatan penyelamatan, namun diblokir oleh para menteri.
Pekerjaan perusahaan yang berbasis di Yorkshire selatan untuk Kementerian Pertahanan diselimuti kerahasiaan, tetapi diketahui membuat komponen baja canggih untuk armada kapal selam nuklir bersenjata Trident Inggris.
Pada 2016, tiga raksasa industri Inggris yaitu BAE Systems, Babcock International dan Rolls-Royce Holdings telah turun tangan untuk menjamin pinjaman bank senilai £ 30 juta yang diberikan kepada Sheffield Forgemasters oleh bank Amerika, Wells Fargo.
Juru bicara Kementerian Pertahanan mengatakan Sheffield Forgemasters adalah pemasok strategis untuk program mereka dan pihaknya telah melakukan dialog rutin dengan mereka.
Dalam beberapa pekan terakhir, kepala pertahanan telah bergerak untuk mengambil kendali Pembentukan Senjata Atom yang merupakan bagian penting dari program senjata nuklir.
Mereka mengakhiri kesepakatan dengan kontraktor swasta termasuk Serco dari kelompok outsourcing.
Asal-usul Sheffield Forgemasters dapat dilacak hingga tahun 1750-an, meskipun akarnya biasanya dikatakan berasal dari tahun 1805, ketika George Naylor mendirikan pabrik baja Millsands.
Baca Juga: Inggris Siap Luncurkan Vaksin Covid-19 Buatan Pfizer Dalam Waktu Dekat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!