Suara.com - Seorang wanita yang bekerja untuk kantor berita Bloomberg ditahan oleh otoritas China karena dicurigai membahayakan keamanan nasional.
Menyadur The Guardian, Sabtu (12/12/2020) pihak Bloomberg mengatakan bahwa Haze Fan terlihat dikawal keluar dari apartemennya oleh pejabat berpakaian preman pada hari Senin.
Pihak Bloomberg mengungkapkan jika mereka melakukan kontak terakhir pada saat ia ditahan pukul 11.30 pagi waktu setempat.
Penahanan dan dakwaan terhadap Haze Fan sudah dikonfirmasi oleh pihak Kementerian Luar Negeri China pada hari Jumat.
"Warga negara China, Fan telah ditahan oleh Biro Keamanan Nasional Beijing sesuai dengan hukum China yang relevan karena dicurigai terlibat dalam kegiatan kriminal yang membahayakan keamanan nasional," kata Kemenlu China kepada Reuters.
"Kasus ini sedang diselidiki. Hak sah Fan telah dipastikan sepenuhnya dan pihak keluarganya sudah diberi tahu." sambungnya.
Fan, yang meliput bisnis global, bergabung dengan Bloomberg sejak tahun 2017. Seperti semua warga negara yang bekerja untuk media asing di China, dia dikategorikan sebagai asisten berita, bukan jurnalis.
Sebelumnya Fan juga pernah bekerja untuk media internasional besar lainnya seperti Reuters, CNBS, CBS dan Al Jazeera.
Pemimpin redaksi Bloomberg, John Micklethwait, menggambarkan Fan sebagai "bagian berbakat dan integral dari ruang redaksi kami". Micklethwait mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa pihaknya akan bekerja sekeras mungkin untuk membantunya dan keluarganya.
Baca Juga: Antoine Griezmann Tinggalkan Sponsor Huawei Demi Bela Muslim Uighur
"Penangkapan tidak akan mengubah cara Bloomberg meliput berita dari China," tegasnya.
Pada bulan Agustus, Cheng Lei, yang bekerja untuk penyiar CGTN milik pemerintah China, ditangkap dengan tuduhan keamanan nasional yang serupa. Pada bulan September, otoritas Australia membantu dua wartawannya keluar dari negara tersebut setelah diinterogasi oleh pejabat keamanan negara.
Dan lebih dari selusin jurnalis yang bekerja untuk organisasi media Amerika Serikat dikeluarkan tahun ini karena hubungan antara Beijing dan Washington yang semakin memanas.
China sekarang berada di peringkat paling bawah dalam Indeks Kebebasan Pers Dunia yang disusun oleh Reporters Without Borders (RSF), di atasnya ada Korea Utara, Turkmenistan, dan Eritrea.
"Wartawan asing yang mencoba bekerja di China menghadapi lebih banyak kendala di lapangan. Lebih dari 100 jurnalis dan blogger saat ini ditahan dalam kondisi yang mengancam nyawa mereka," jelas RSF dalam laporan terbarunya.
RSF juga menyerukan pembebasan segera Fan, dan menggambarkan tuduhan keamanan nasional tersebut sebagai mengerikan. Tom Tugendhat, anggota parlemen dan ketua komite urusan luar negeri di parlemen Inggris juga ikut mengecamnya.
"Penahanan jurnalis lain oleh PKC Beijing sangat memprihatinkan," katanya di Twitter. "Kebebasan berbicara adalah hak asasi manusia yang fundamental. Saya harap Haze Fan akan segera dibebaskan." sambungnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi