Suara.com - Pendiri Partai Ummat Amien Rais mencium bau-bau kelahiran kembali era Orde Baru (Orba) di masa pemerintahan Presiden Jokowi.
Amien Rais mengurai beberapa indikator yang membuatnya menyebut dua era pemerintahan tersebut serupa.
Hal itu diungkapkan oleh Amien Rais dalam video berjudul "Kebangkitan Neo-Orde Baru #LawanKezaliman" yang diunggah lewat kanal YouTube Amien Rais Official, Rabu (16/12/2020).
"Di zaman Pak Jokowi ini, memang saya melihat ada semacam proses reinkarnasi, kebangkitan, atau kelahiran Orde Baru yang sudah kita ucapkan good bye. Tapi kemudian memang sebetulnya sedang muncul kembali," kata Amien Rais seperti dikutip Suara.com.
Amien Rais menerangkan, indikator pertama yang menjadi acuan adalah bangkitnya kultus individu sebagaimana zaman Orba.
Tidak lain, sosok yang dikultuskan versi Amien Rais adalah Jokowi. Dia menyoroti fenomena lama yang menyebut "Kita adalah Jokowi, Jokowi adalah Kita".
Amien Rais menegaskan, hal itu konyol dan aneh di demokrasi yang seharusnya tidak pernah ada. Dengan kata lain, Amien Rais menyebutnya haram.
"Pertama ada kultus individu yang dibangkitkan. Fenomena Kita adalah Jokowi, Jokowi adalah kita. Ini saya kira dalam demokrasi aneh. Konyol-konyol demokrasi di negara lain yang menjadi asal mulanya tidak ada kata-kata itu. Jadi haram kultus individu," jelas Amien Rais.
Indikator kedua yang disoroti oleh Amien Rais adalah cara Jokowi menggenggam beberapa lembaga negara. Beberapa lembaga yang dimaksud nantinya terkesan akan mendukung Jokowi.
Baca Juga: Sekolahnya Tak Layak, Siswa Ini Kirim Pesan video ke Presiden Jokowi
Dalam hal ini, Amien Rais menyoroti lembaga legislatif yakni MPR, DPR, dan DPD.
"Kedua, mengetahui pemerintah Pak Jokowi cukup lihai menggenggam beberapa lembaga. MPR 575 orang, DPR 136 orang, DPD semuanya 711 orang, sepertinya tidak bisa berkata apa-apa," tukas dia menyoroti UU Omnibus Law Cipta Kerja yang belum lama ini menimbulkan gelombang demonstrasi massa.
"Ketika Omnibus Law yang tidak jelas asal usulnya itu, yang menentang hanya 1 atau 2 partai, umumnya yang kami dengar adalah, kami taati karena bapak presiden hebat," tegas Amien Rais menambahkan.
Sementara itu, faktor ketiga yang membuat Amien Rais mencium bau-bau kebangkitan Orde Baru di era Jokowi adalah adanya penguasa-ha, atau kerja sama berlebih antara penguasa negara dengan para pengusaha.
"Yang ketiga fenomena penguasa-ha, kita lihat pengusaha yang memegang ratusan hektar hutan mendapat lampu hijau. Mafia, taipan cukong juga melenggang," kata Amien Rais.
Sementara, indikator keempat menurut Amien Rais terjadi baru-baru ini. Saat dua keluarga Jokowi yakni Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution maju dalam kontestasi Pilkada.
"Nepotisme anak kandung Jokowi, menang telak di Solo. Menantunya di Medan ternyata juga menang. Ini nepotisme berkembang," sambung Amien Rais menerangkan.
Terakhir, Amien Rais mengendus pemerintahan Jokowi tidak mentoleransi adanya oposisi dan membangun lingkaran istana yang menurutnya tidak ada bedanya dengan era Orba.
"Tidak mentoleransi adanya oposisi, oposisi dianggap musuh, berbahaya, lawan ditindas, membangun lingkaran istana yang hanya mengiyakan. Bukan menyampaikan kritis demi negara," tandas Amien Rais.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Tak Berkutik! WN Nigeria Pembunuh Yonkeu Ferdinand di Pasar Baru Ditangkap 15 Menit Setelah Kejadian
-
Siasat Licik dari Karawang: Ribuan Liter Miras Cukai Fotokopi Tercegat di Bakauheni
-
Kang Edai, Penjaga Adaptasi Perubahan Iklim dari Desa Kemiren
-
PDIP Tergusur Gerindra? Dari Kamar Indekos Bung Karno, Hasto Kirim Pesan Menohok
-
Makna yang Tertinggal di Atas Kanvas
-
Jakarta Sodorkan Dua Lapangan Latihan FIFA ASEAN Cup 2026, Tak Ada JIS
-
Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJ Edukasi Siswa SD tentang Cerdas Bermedia di Era Digital
-
Antisipasi Kerusakan Komponen Mobil Saat Terjebak Kemacetan Panjang
-
Kebakaran Bromo Meluas, 520 Hektare Taman Nasional Hangus
-
Shin Tae-yong Diminta Latih Lagi Timnas Indonesia, Bos Persija Kasih Respon Mengejutkan