- Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, disiram air keras oleh 4 OTK usai siaran podcast pada 12 Maret 2026.
- Penyiraman menyebabkan Andrie Yunus mengalami luka bakar serius, khususnya pada mata bagian kanan.
- Todung mendesak polisi segera mengungkap motif penyerangan terhadap aktivis vokal tersebut, mengingat belum ada penangkapan.
Suara.com - Advokat senior, Todung Mulya Lubis mendesak agar negara mengusut tuntas peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Sebab jika tidak, peristiwa serupa bakal terulang kembali.
“Jadi kalau ini tidak tuntas ya jangan heran kalau ada yang akan menjadi korban kemudian,” kata Todung, di Jakarta Pusat, Rabu (18/3/2026).
Saat ini, kata Todung, pihak kepolisian belum ada tanda-tanda melakukan penangkapan terhadap pelaku.
Jika berbicara mengenai kriminologi, Todung mendesak pihak kepolisian untuk bisa mengungkap motif penyiraman air keras.
“Apakah dua orang yang dituduh dan diberitakan di banyak media itu punya dendam terhadap Andri Yunus? Apakah ada persoalan pribadi antar mereka? Saya tidak yakin sama sekali itu,” ujarnya.
Selama ini, Andrie dikenal sebagai aktivis yang sangat vokal, progresif, aktif, dan berani. Andrie sebelumnya sempat menjadi sorotan publik saat menerobos masuk ruang rapat pembahasan revisi UU TNI, saat di hotel mewah.
“Menurut saya dia melakukan tugas-tugas nasionalis, tugas-tugas kebangsaan, tugas-tugas kemanusiaan,” ucapnya.
Diketahui bersama, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh OTK.
Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius, terutama di bagian mata kanan. Andrie disiram air keras sepulangnya dari Kantor YLBHI, usai melakukan siaran podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca Juga: TNI Turun Tangan Selidiki Teror Air Keras Andrie Yunus: Respons Dugaan Keterlibatan Prajurit
Berdasarkan penyelidikan, penyiraman terhadap Andrie melibatkan 4 orang.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan dari rekaman CCTV itu terlihat keempat terduga pelaku itu tengah menunggu korban di depan KFC Cikini, Jakarta Pusat.
"Diduga empat orang terduga pelaku yang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini," kata Iman dalam konferensi pers, Senin (16/3/2026) lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap
-
Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat
-
Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono
-
Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan
-
Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi
-
Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor
-
Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau
-
Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur