Suara.com - Italia akan memberlakukan lockdown kembali saat liburan Hari Raya Natal dan Tahun Baru untuk mengatasi dan menekan peningkatan kasus Covid-19.
Menyadur Sky News, Senin (21/12/2020) bar, restoran, dan toko non-esensial akan tutup antara tanggal 24 hingga 27 Desember, Malam Tahun Baru,dan 3-6 Januari.
Warga Italia hanya akan diizinkan bepergian untuk alasan pekerjaan, kesehatan, atau darurat.
Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte mengatakan itu adalah "keputusan yang menyakitkan", namun harus dilakukan di tengah lonjakan infeksi COVID-19.
"Situasinya sulit di seluruh Eropa. Virus terus beredar di mana-mana," kata Giuseppe Conte.
"Pakar kami sangat khawatir bahwa akan ada lonjakan kasus selama Natal ... Oleh karena itu kami harus bertindak, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa itu bukanlah keputusan yang mudah." sambungnya.
Dia mengatakan kunjungan terbatas akan diizinkan untuk mengunjungi orang tua yang tinggal sendiri dan menambahkan bahwa tidak akan mengerahkan polisi memastikan mereka mematuhi aturan.
Namun, Conte tetap mengimbau penduduk untuk mengikuti langkah-langkah tersebut.
Conte mengatakan tindakan itu diperlukan untuk "menghadapi liburan yang akan datang dengan cara yang lebih melindungi diri sendiri, dan juga mengingat dimulainya kembali kegiatan yang akan datang pada bulan Januari".
Baca Juga: Atalanta Vs AS Roma: La Dea Cukur Serigala Ibu Kota 4-1
Italia adalah negara barat pertama yang terkena virus paling parah pada bulan Februari. Sampai saat ini sekitar 67.000 telah meninggal akibat penyakit tersebut, jumlah kematian tertinggi di Eropa.
Peningkatan tindakan keras menjelang Natal ini datang ketika beberapa negara di Eropa yang telah tertular virus corona di awal pandemi mengalami peningkatan kasus.
Swedia, yang secara komparatif memberikan respons lepas tangan terhadap pandemi dan telah berusaha untuk tidak membiarkannya mengganggu kehidupan normal, juga akan menerapkan pembatasan.
Pembatasan jumlah orang yang dapat berkumpul di restoran, toko, dan gym mulai minggu depan, sementara orang-orang diperintahkan untuk bekerja dari rumah. Pemerintah juga kini merekomendasikan penggunaan masker wajah di angkutan umum.
Negara Skandinavia tersebut tidak melakukan lockdown atau bisnis tertutup, sebaliknya mengandalkan kesehatan komunitas untuk mengendalikan infeksi.
Swiss memerintahkan restoran, bar, tempat budaya dan fasilitas olahraga untuk ditutup minggu depan. Hal tersebut diklaim diperlukan karena rumah sakit dan petugas kesehatan berada di bawah tekanan ekstrem seiring dengan jumlah kasus yang terus meningkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan