News / Metropolitan
Kamis, 28 Mei 2026 | 08:52 WIB
Kebakaran di Warakas, Rabu (27/5/2026). (Dok. Sudin Gulkarmat Jakut)
Baca 10 detik
  • Kebakaran melanda dua rumah di Jalan Warakas IV, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Rabu, 27 Mei 2026 malam.
  • Sebanyak 70 personel dan 14 unit mobil pemadam berhasil memadamkan api dalam waktu 51 menit sejak penyemprotan.
  • Insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun menyebabkan kerugian material mencapai Rp 370 juta akibat gangguan kelistrikan.

Suara.com - Suara mencurigakan dari atap rumah di Jalan Warakas IV Gang 15, Tanjung Priok, menjadi pertanda buruk pada Rabu (27/5/2026) malam. Saat Dimas, anak dari almarhum pemilik rumah, Pak Toher, bergegas memeriksa sumber suara itu, api sudah membesar dan mulai melahap bangunan tempat tinggalnya.

Warga sekitar bergerak cepat. Seorang tetangga langsung menghubungi tim Pemadam Kebakaran untuk meminta bantuan.

Laporan masuk ke Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara pada pukul 22.58 WIB, bersumber dari laporan masyarakat melalui telepon atas nama Sassy Seprianto. Dua unit pertama dari Pos Warakas langsung meluncur tanpa menunggu lama.

"Unit pertama kami bergerak dari Pos Warakas dan tiba di lokasi pukul 23.01 WIB, hanya tiga menit setelah laporan masuk," ujar Kasi Ops Sudin Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (28/5/2026).

Api yang telanjur membesar memaksa pengerahan kekuatan penuh. Gatot menyebut total 14 unit kendaraan pemadam dan 70 personil dikerahkan untuk menangani kebakaran yang berlokasi di RT 10/RW 13 itu.

Upaya pemadaman dimulai pukul 23.08 WIB. Petugas berjibaku di antara asap tebal dan reruntuhan bangunan di gang yang sempit.

Kerja keras puluhan personil itu membuahkan hasil. Seluruh proses pemadaman berlangsung kurang lebih 51 menit sejak air pertama disemprotkan.

"Api berhasil kami lokalisir pukul 23.22 WIB, kemudian masuk tahap pendinginan pukul 23.26 WIB, dan pemadaman dinyatakan selesai pukul 23.59 WIB," kata Gatot.

Dua bangunan rumah tinggal menjadi korban amukan si jago merah malam itu. Satu rumah milik almarhum Pak Toher hangus seluruhnya dengan luas sekitar 60 meter persegi, sementara satu rumah lainnya milik Ibu Yanti terbakar sebagian di lantai dua seluas sekitar 50 meter persegi.

Baca Juga: Studi: Bahan Kimia Berbahaya dari Busa Pemadam Kebakaran Bertahan di Lingkungan hingga 33 Tahun

Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 370 juta. Namun, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Sembilan jiwa dari tiga kepala keluarga berhasil kami selamatkan. Satu KK dengan dua jiwa dan dua KK dengan tujuh jiwa," ungkap Gatot.

Mengenai penyebab kebakaran, hasil investigasi awal mengarah pada masalah kelistrikan. "Dugaan sementara, kebakaran ini disebabkan oleh fenomena listrik," jelas Gatot.

Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk memastikan titik awal sumber api. 

Load More