Suara.com - Perempuan berusia 90 tahun di Kota Lucerne pada Rabu (23/12) menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19, saat militer Swiss mendistribusikan lebih dari 100.000 dosis suntikan ke seluruh wilayah.
Lucerne dan daerah perdesaan kecil Appenzell Innerrhoden menjadi yang pertama dari 26 wilayah di Swiss yang mulai meluncurkan vaksinasi setelah regulator merestui vaksin buatan Pfizer dan mitranya asal Jerman BioNTech selama akhir pekan.
"Penghuni panti jompo akan terlebih dahulu mendapatkan vaksin," demikian otoritas Lucarne melalui situs miliknya pada Rabu (23/12/2020).
Perempuan, yang namanya dirahasiakan itu, tinggal di salah satu panti jompo di luar kota Lucarne.
Pemerintahan Swiss, yang menganut sistem desentralisasi, menyerahkan semuanya kepada daerah masing-masing untuk mengembangkan rencana vaksinasi terhadap 8,6 juta orang.
Zurich, dengan populasi terbesar, diperkirakan akan memulai vaksinasi pada 4 Januari.
Inggris mulai memvaksinasi warganya beberapa pekan lalu, dan Amerika Serikat juga telah mengizinkan penggunaan darurat vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech dan Moderna. (Sumber: Antara/Reuters)
Berita Terkait
-
CEO BioNTech Sebut Vaksinnya Manjur Tangkal Varian Baru Virus Corona
-
Perilisan Hasil Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Ditunda, Mengapa?
-
Menteri PUPR Yakin Vaksin Covid-19 Bisa Buat Industri Properti Bangkit Lagi
-
SMRC Sebut DKI Hanya 14 Persen Mau Divaksin, Wagub: Warga Belum Ngerti
-
Ahli Penyakit Menular Anthony Fauci Vaksinasi Covid-19 dari Moderna
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian
-
Desain Kawasan Suburban Dinilai Perparah Emisi, Mengapa?
-
Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat