Suara.com - Seorang ibu asal Malaysia membagikan pengalamannya di Facebook. Ia bercerita, betapa mudahnya kartun porno diakses oleh anak-anak kecil di rumah.
Menyadur World of Buzz Rabu (13/01), ibu bernama Norsila Kassim ini bercerita dirinya sedang menjemur pakaian ketika dua anaknya memperebutkan remote TV.
Putri sulungnya kesal karena adik laki-lakinya menonton kartun. Mereka kemudian bertengkar kecil hingga sang adik menangis karena dia tidak bisa menonton kartunnya.
Norsila mengatakan TV di rumahnya tersambung dengan Youtube agar lebih mudah memantau tayangan anak-anak. Ia tak pernah menyangka tayangan porno kini lebih sering datang dalam bentuk kartun.
Di layar, Norsila melihat tayangan hiperseksual dari karakter dari Among Us, game online populer yang menjadi viral beberapa bulan lalu.
Ia lantas menulis jika tidak cepat menyadarinya, tayangan ini pasti sudah terlintas dalam pikiran putranya yang berusia empat tahun.
"Ada banyak suara cabul dan perbuatan cabul. Sangat mudah bagi musuh untuk mengatur pikiran anak-anak kita melalui kartun," tulisnya.
Ia menambahkan, masih banyak kartun baru serupa yang dengan mudah muncul di YouTube pada ponsel anak-anak dan banyak orang tua yang tidak menyadarinya.
Dia mengatakan bahwa dia sudah mengaktifkan parental control di YouTube, yang membuatnya bertanya-tanya bagaimana kartun seperti ini masih bisa diakses oleh anak-anaknya.
Baca Juga: Ibu Antar Ortu Berobat, Bocah Serang Diajak Duda Nonton Film Porno Lalu...
"Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka menonton YouTube menggunakan ponsel. Untung saya tidak kasih handphone," ujarnya.
"Kadang kami merasa telah melakukan yang terbaik untuk memantau anak-anak kami tetapi hanya perlu beberapa saat untuk (hal-hal seperti ini) terjadi."
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?