Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pekan depan bakal mensosialisasikan program vaksinasi Covid-19 kepada seluruh pegawai antirasuah.
Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan vaksinasi pada pegawai baru akan dilakukan setelah pihaknya melakukan koordinasi Menteri Kesehatan Budi Gunadi dan Menteri BUMN Erick Thohir.
"Semua pegawai KPK akan mendapatkan vaksin covid 19. KPK minggu depan akan melakukan sosialisasi vaksin dan vaksinasi kepada semua pegawai KPK," ucap Firli kepada wartawan, Jumat (15/1/2021).
Firli mengatakan lembaga yang dipimpinnya kini tengah melakukan persiapan untuk vaksin covid-19. Adapun pelaksanaan vaksin akan dilakukan secara bertahap.
"Vaksinasi tentu akan dilakukan secara bertahap. Untuk pimpinan KPK, dewas KPK dan pegawai KPK," kata Firli.
Sementara itu, kata Firli, untuk jadwal sekaligus pelaksanannya masih akan dikoordinasikan dengan kementerian kesehatan dan satgas Covid-19.
"Pada saatnya nanti kami akan sampaikan perkembangan pelaksanaannya," tutup Firli.
Indonesia telah memulai proses vaksinasi pada 13 Januari 2021. Presiden Joko Widodo memasang target program vaksinasi rampung dalam waktu 12 bulan saja, meski Kementerian Kesehatan mengambil target 15 bulan bisa memvaksin 70 persen warga.
Vaksinasi tahap awal menargetkan 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas layanan publik yang diperkirakan selesai April 2021.
Baca Juga: Tambah 2.541 Pasien, Jumlah Kasus Corona di Jakarta Capai 220.434 Orang
Selanjutnya, vaksinasi akan dilanjutkan penduduk lainnya yang ditargetkan rampung pada Maret 2022.
Berita Terkait
-
Epidemiolog: Edukasi Covid-19 Perlu Masuk dalam Pendidikan Anak
-
Tambah 2.541 Pasien, Jumlah Kasus Corona di Jakarta Capai 220.434 Orang
-
Tangsel Memulai Vaksinasi Covid-19 Sinovac Tahap Pertama di Lima Faskes
-
Vaksinasi Covid-19 Tenaga Kesehatan di Bandar Lampung Dimulai Senin Depan
-
Habis Ngopi Tensi Darah Tinggi, Whisnu Sakti Nyaris Gagal Divaksin Covid
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT