Suara.com - Tim DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Rabu (20/1/2021) kembali berhasil identifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182. Salah satu yang teridentifikasi hari ini jenazah pramugara Sriwijaya Air Yulian Andhika.
Karumkit RS Polri, Birigjen Asep Hendradiana, mengatakan pihaknya berhasil mengidentifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182 hari ini sebanyak 3 korban.
"Pada hari telah berhasil mengidentifikasi sejumlah 3 jenazah," kata Asep di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (20/1).
Adapun nama-nama korban yang berhasil teridentifikasi yakni, Yulian Andhika, Ratih Windania, dan Teofilius Ura.
Mereka dikenali teridentifikasi berdasarkan sampel DNA. Salah satu dari mereka diketahui sebagai pramugara Sriwijaya Air.
"Sementara total yang berhasil diidentifikasi sampai hari ini total 43 jenazah," ungkapnya.
Hingga Rabu malam, RS Polri telah menerima 324 kantong jenazah dan 263 kantong properti. Semuanya sudah dilakukan identifikasi.
Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta pada Sabtu (9/1/2021).
Pesawat bernomor registrasi PK-CLC jenis Boeing 737-500 itu sempat hilang kontak setelah take off dari Bandara Sukarno Hatta pada pukul 14.40 WIB dan dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB.
Baca Juga: Kesaksian Bocah Penemu Kepala Diduga Korban Sriwijaya Air di Pantai Kis
SJ-182 hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.
Pramugara Sriwijaya Air
Yulian Andhika adalah satu dari 12 orang kru kabin dan 50 penumpang Sriwijaya Air SJ-182 yang mengalami hilang kontak dan diduga jatuh di Perairan Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.
Sementara kakak perempuan korban, Emi mengaku sempat berkomunikasi terakhir dengan Yulian Andhika pada Desember 2019.
Dia mengatakan Yulian Andhika merupakan adik bungsunya dan pernah sekolah di SDN 2 Sungailiat, SMP Negeri 1 Sungailiat serta SMK Yapensu Sungailiat.
"Saya pertama kali mendapat kabar dari keluarga yang juga kerja di salah satu maskapai penerbangan pada Sabtu (9/1/2021) sore," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
Pilihan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
Terkini
-
Klaim Trump Terbantahkan, Intelijen AS Ungkap Iran Masih Simpan 50 Persen Rudal dan Ribuan Drone
-
Cerita Warga di Mereudu Gotong Royong Bareng Pemerintah dalam Pemulihan Pasca Bencana
-
Jejak Berdarah Pulan Wonda: Anggota OPM Penembak Jenderal Tito Karnavian Ditangkap di Puncak Jaya
-
Innova Venturer Ringsek Tak Berbentuk Dihantam KRL di Bogor, Sopir Raib Misterius Usai Tabrakan
-
Perombakan Besar Militer AS, Pete Hegseth Pecat Jenderal Randy George di Tengah Perang Iran
-
Bahas Isu Terkini, Seskab Teddy Bertemu Wapres Gibran 1,5 Jam di Istana Sambil Bawa Catatan
-
Misi Gelap WNA Rusia Selundupkan 202 Reptil Digagalkan Gakkum Kemenhut! Pelaku Terancam 10 Tahun Bui
-
Rudal Ghadr Hantam Kapal Induk AS, Balas Dendam Iran Atas Gugurnya Khamenei Benar-Benar Pecah
-
Dukcapil: Hampir 35 Persen Pendatang ke Jakarta Cari Kerja, Didominasi Usia Produktif
-
Godzilla El Nino Ancam Ketahanan Pangan, Padi dan Jagung Paling Rentan Gagal Panen