Suara.com - Senat Amerika Serikat akhirnya mengonfirmasi Antony Blinken menjadi menteri luar negeri Amerika Serikat berikutnya, diplomat tertinggi Paman Sam.
Menyadur Al Jazeera, Rabu (27/1/2021) Blinken mendapatkan dukungan dengan voting 78-22 suara di Senat AS.
Hasil tersebut menandakan dukungan politik yang besar kepada Presiden Joe Biden tentang kebijakan luar negeri AS yang berfokus pada diplomasi dan aliansi.
"Tuan Blinken memiliki sejarah panjang dan terhormat dalam hal urusan negara dan hubungan luar negeri," kata Senator James Risch, seorang Republikan urusan luar negeri yang mendukung konfirmasi Blinken.
Janji Biden adalah merubah kebijakan luar negeri "America First" milik Donald Trump yang membuat jengkel para sekutu Washington di Eropa dan memanasnya hubungan AS-China.
Dalam sidang konfirmasi, Blinken mengatakan pemerintahan Biden akan mengakhiri dukungan militer AS untuk kampanye yang dipimpin Saudi di Yaman dan berupaya mengembalikan kesepakatan nuklir Iran yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama.
"Kami akan merevitalisasi diplomasi Amerika untuk menghadapi dan mengambil tantangan paling mendesak di zaman kita," kata Blinken kepada Komite Hubungan Luar Negeri Senat pada 19 Januari.
"Kepemimpinan Amerika masih penting," kata Blinken.
Blinken adalah mantan asisten keamanan nasional Gedung Putih dan mantan kepala staf Biden di Komite Hubungan Luar Negeri Senat.
Baca Juga: Resmi Dilantik, Joe Biden Dikabarkan Siap Kerek Pajak Bensin
Dia mengambil alih kepemimpinan di Departemen Luar Negeri setelah mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo banyak ditinggalkan oleh pejabatnya.
Di Timur Tengah, Blinken mengatakan bahwa pemerintahan Biden akan berusaha untuk membangun kesepakatan normalisasi yang ditengahi AS baru-baru ini antara Israel dan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan.
Blinken menekankan komitmen AS terhadap keamanan Israel adalah "sakral" dan mengatakan solusi dua negara, yang telah lama menjadi inti kebijakan AS dalam konflik Israel-Palestina, "sangat ditantang pada saat ini".
Pada saat yang sama, tim Biden akan memeriksa beberapa komitmen yang dibuat Trump untuk mendorong negara-negara mencapai kesepakatan tersebut dengan Israel, kata Blinken.
AS mengakui klaim Maroko atas wilayah sengketa Sahara Barat sebagai bagian dari kesepakatan normalisasi Maroko-Israel.
Kebijakan AS terhadap Iran adalah satu bidang di mana anggota Kongres Republik dan beberapa Demokrat memutuskan hubungan dengan Blinken, yang mengatakan dia berencana untuk mengupayakan pembaruan kesepakatan nuklir dengan "perjanjian yang lebih lama dan lebih kuat".
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Ada Pesta Rakyat hingga Kirab Bendera di Jakarta, Belasan Ribu Personel Dikerahkan saat HUT ke-81 RI
-
Apa Arti Dirgahayu? Ini Cara Penulisan yang Benar untuk Ucapan HUT RI
-
itel VistaTab 30 Pro: Tablet Layar 13 Inci dengan Baterai 10.000 mAh dan Bonus Keyboard
-
Upacara Penurunan Bendera Dimulai Jam Berapa? Ini Jadwal HUT RI ke-81 pada 17 Agustus 2026
-
Suasana Khidmat Tengah Malam: Momen Presiden Prabowo Mengheningkan Cipta di Depan Makam Pahlawan
-
Profil Kolonel Inf Priyo Handoyo, Komandan Upacara HUT ke-81 RI di Istana Negara
-
Jejak Konsep Proklamasi yang Musnah Dibakar di Rumah Sejarah Rengasdengklok
-
Antara Cinta dan Realita: Mengapa Menjauh dari Indonesia Jadi Pilihan untuk Bertahan Hidup?
-
Profil Julita Rista Lestari, Pemimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI
-
Review Juvenile Justice: Ketika Usia Menjadi Tameng bagi Pelaku Kejahatan