Suara.com - Polisi meringkus empat orang terkait kasus pesta sabu-sabu di sebuah indekos di wilayah setempat. Dari empat orang tersebut, salah satunya adalah anggota polisi berinisial, MA (37), asal Kelurahan Lewirato, Kota Bima.
Sedangkan tiga lainnya, DH (42 tahun) asal Kelurahan Melayu, BH (44) Kelurahan Tanjung dan SW (42) dari kelurahan Ule. Mereka ditangkap saat berpesta sabu-sabu di sebuah kos-kosan Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Sabtu (13/2/2021) sekitar pukul 00.10 WITA.
“Dari empat orang tersebut satu oknum polisi, satu perempuan dan dua laki-laki yang bekerja sebagai wiraswasta,” ungkap Kasat Narkoba Polres Bima Kota, Iptu Ramli seperti dikutip dari Beritabali.com--jaringan Suara.com.
Kata Iptu Ramli, penangkapan empat terduga pelaku berdasarkan informasi masyarakat. Yakni di sebuah kos-kosan yang ada di Kelurahan Melayu sering dijadikan tempat bertransaksi narkotika jenis sabu.
Dari informasi tersebut tim opsnal turun menyelidiki dan mendalaminya. Sekaligus berhasil menangkap empat terduga yang sedang berpesta sabu-sabu dalam kamar kos tersebut.
“Dari penggeledahan disaksikan ketua RT setempat, tim berhasil menyita sabu seberat 6,52 gram dan barang bukti penunjang lainnya,” ungkap Ramli.
Usai penangkapan, empat orang beserta barang bukti yang ditemukan langsung dibawa ke kantor Sat Resnarkoba untuk diperiksa lebih lanjut.
Tag
Berita Terkait
-
Video Napi Pesta Sabu Viral, Pernyataan Kalapas Kotabumi Janggal
-
8 Fakta Brigadir Nurhadi Tewas Saat Pesta di Villa Lombok, Dibunuh Ulah Cium Wanita Sewaan Atasan?
-
Ngeri! Muntah-muntah usai Nyabu Bareng di Hotel Pademangan, Kronologi ND Tewas Bikin Temannya Parno
-
Rekam Jejak Riza Nasrul Falah, Ketua Bawaslu Bandung Barat Ngaku Khilaf Diciduk Pesta Sabu: Awalnya Mau Beli Galon!
-
Video Dugaan Pesta Sabu di Lapas Viral, Pejabat Kemenkumham Sumsel Diperiksa?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT