Suara.com - Apa itu radikal? Istilah ini belakangan sering disebut dalam politik tanah air. Terbaru, tudingan radikal ditujukan kepada Din Syamsuddin oleh Gerakan Anti Radikalisme (GAR) Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menurut organisasi yang beranggotakan alumni ITB tersebut, Din telah melanggar sejumlah ketentuan mengenai kewajiban ASN. GAR melaporkan Din Syamsuddin ke KASN atas dugaan pelanggaran kode etik terkait isu radikalisme.
Din dilaporkan dalam kapasitas sebagai dosen UIN Syarif Hidayatullah. Sejumlah tokoh pun menilai pelaporan tersebut salah alamat dan tidak mendasar. Sebab Din Syamsuddin adalah sosok yang aktif mendorong moderasi beragama dan tidak mencerminkan sifat radikal.
Lantas, bagaimana bisa seseorang dicap radikal? Tentunya kalian perlu tahu tentang apa itu radikal agar tidak asal menuduh seseorang.
Radikal dan radikalisme belakangan ini kembali menjadi topik perbincangan hangat. Sejumlah pemberitaan yang membawa konsep radikal mencuat ke publik.
Konsep tersebut erat kaitannya dengan pemahaman agama Islam yang dianggap “menyimpang” karena ingin merongrong ideologi Pancasila. Beberapa bahkan menyebutkan secara terang-terangan ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah.
Parahnya, radikalisme justru menyasar kaum intelektual. Beberapa di antaranya adalah pejabat pemerintah, dosen sebagai wujud kaum intelektual, bahkan mahasiswa di sejumlah kampus.
Kampus kencang dituding menjadi sarang radikalisme. Lewat organisasi dakwah, sejumlah mahasiswa diduga terpapar paham radikalisme berbasis agama.
Baca Juga: Jusuf Kalla: Din Syamsuddin Tidak Mungkin Radikal
Perkara radikalisme menjadi perkara serius bagi negara. Dilansir Antara, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ahmad Nurwakhid menyebutkan paham radikalisme dan terorisme tidak dimonopoli oleh satu agama tertentu.
Sebaliknya, radikalisme ada di semua agama, aliran kepercayaan, dan sekte. Setidaknya ada dua indikator radikalisme.
- Indikator pertama dari radikalisme adalah penggunaan ideologi agama yang dimanipulasi dan dipolitisasi sehingga cenderung menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan.
- Indikator kedua adalah cara pandang yang selalu menyalahkan dan mengkafirkan kelompok yang tidak sepaham dengan pendapat mereka.
Peneliti Balai Litbang Agama Semarang Arifuddin Ismail dalam artikel Pemikiran dan Gerakan Keagamaan Mahasiswa: Merebaknya Radikalisme Islam di Kampus menulis mengenai gerakan radikalisme di kalangan mahasiswa. Tulisannya terbit di Jurnal Harmoni (2012) yang dikelola Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Menurut Arifuddin jika melihat dari pengertian dasarnya, radikalisme berarti kembali ke akar atau dasar. Radikalisme ini bisa berhubungan dengan agama tertentu, misalnya radikalisme Islam berarti kembali ke akar atau dasar-dasar ajaran Islam.
Sehingga jika diasosiasikan dalam pengertian yang positif, radikalisme berarti kembali kepada Islam yang autentik.
Gerakan radikalisme bisa masuk ke perguruan tinggi karena mahasiswa terlalu berpikir tekstual. Sebaliknya berpikir kontekstual akan menciptakan pandangan yang moderat dan menghargai sesama.
Masuknya paham radikalisme ini umumnya dilatarbelakangi dua hal.
- Pertama radikalisme terjadi karena ajaran agama ditelan secara mentah-mentah tanpa kajian memadai oleh satu organisasi.
- Kedua, aktivis radikalisme cenderung menyasar orang-orang dengan pemahaman agama lemah dan kurang memadai.
Nah, seperti itulah penjelasan apa itu radikal serta bagaimana gerakan radikalisme dapat masuk ke lingkungan kampus atau mahasiswa. Ingat, hidup sesuai pada ajaran agama itu jelas baik namun semua agama juga mengajarkan harmoni dan saling menghargai sesama manusia tanpa terkecuali.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
BMKG Peringatan Dini! Hujan Ekstrem Mengancam Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
-
Libur Imlek: Penumpang Whoosh Naik Signifikan hingga 25 Ribu Orang Sehari
-
Xi Jinping dan Donald Trump Segera Bertemu, Ada Potensi Bisnis dan Skenario 'Perang'
-
KPK Dalami Kaitan Rangkap Jabatan Mulyono dengan Modus Korupsi Restitusi Pajak
-
Meriahkan Imlek, InJourney Tawarkan Promo Tiket Sunrise Borobudur Rp350 Ribu
-
Tunaikan Umrah, Momen Megawati Didampingi Prananda dan Puan Ambil Miqat Masjid Tan'im
-
Bukan Sekadar Penanam: Wamen Veronica Tan Tegaskan Peran Strategis Perempuan dalam Tata Kelola Hutan
-
Indonesia-Norwegia Luncurkan Small Grant Periode IV, Dukung FOLU Net Sink 2030
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Nasib Buruh Perempuan hingga Korban MBG Jadi Sorotan Tajam API