Suara.com - Politisi Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi, turut memberikan komentarnya tentang dana pembangunan Museum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Galeri Seni SBY-Ani di Pacitan, Jawa Timur.
Menurut Teddy Gusnaidi pembangunan museum pribadi SBY-Ani tidak perlu dipermasalahkan, karena tidak sepeserpun memakai dana dari pemerintahan.
Hal itu Teddy sampaikan melalui kicauan di akun Twitter pribadinya.
"Pak @SBYudhoyono bangun museum pribadi, gak sepeser pun menggunakan dana Pemerintah," ujar @TeddyGusnaidi seperti dikutip Suara.com pada Rabu (17/2/2021).
"Kenapa harus dipermasalahkan sih?," lanjutnya.
Alhasil, cuitan Teddy Gusnaidi itu pun menuai perdebatan. Lantaran diketahui dana pembuatan Museum SBY-Ani merupakan dana hibah dari Pemprov Jawa Timur. Meski diketahui, SBY tidak pernah meminta dana tersebut.
Niat baik Pemprov Jawa Timur itu bertujuan untuk meningkatkan sektor pariwisata dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Pacitan, Jawa Timur. Apalagi diketahui SBY merupakan orang asli dari Pacitan.
Tampak sejumlah warganet turut memberikan beragam komentarnya dikicauan Teddy Gusnaidi.
"Masalahnya itu BO'ONG. Nyatanya ada DANA HIBAH..," ujar akun @L***5.
Baca Juga: Viral Proposal Hibah Fiktif Senilai Rp1,9 Milyar, Apa Kata Pemprov Kepri?
"Gue pun yakin beliau mampu dari dana pribadinya," kata akun @ka***85.
"Yakin itu bang? Enggak pakai dana pemerintah?," tutur akun @ad***a.
"Gue juga heran sama BuzzerNKRI, bangun museum pribadi tanpa minta dana pemerintah pusat dinyinyirin," imbuh akun @01***qq.
"Looh katanya dapat dana hibah ??," singgung akun @ii***75.
Berita Terkait
-
Fakta-Fakta Museum SBY di Pacitan, Heboh Rp 9 Miliar!
-
Soal Museum SBY Disebut Dapat Dana Rp 9 M, Andi Arief: Fitnah Buzzer!
-
Duh! Teddy PKPI Sarankan Jusuf Kalla Cek ke Dokter atau Panggil Guru Les
-
Soal Buzzer Pemerintah, Teddy Gusnaidi: Penuding Tak Bisa Buktikan Itu Ada
-
Viral Proposal Hibah Fiktif Senilai Rp1,9 Milyar, Apa Kata Pemprov Kepri?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?