"Aduuh protokol kesehatannya gimana itu..," tutur akun @bu***end.
"Waah parah berkerumun," celetuk akun @if***ah.
"Kok enggak ditangkep nih kumpul-kumpul gini sebenernya lagi ngapain si," tanya akun @i***1.
"Waduh melanggar protokol itu, main lempar-lempar aja pak kayak di konser," komentar akun @an***an.
"Bentar lagi pak Jokowi kena kritik karena buat kerumunan," ucap akun @an***ani.
Tonton di sini.
Sebagai gambaran dikutip dari antaranews.com --- Jaringan Suara.com, Presiden Joko Widodo datang ke kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk meresmikan Bendungan Napun Gete.
Bendungan Napun Gete direncanakan berfungsi untuk menjadi air baku dan irigasi guna mengairi lahan seluas 300 hektare, sekaligus sebagai alternatif tujuan wisata baru di Maumere.
Selain untuk irigasi, Bendungan Napun Gete juga berfungsi sebagai penyedia air baku di Kabupaten Sikka yang dapat menyalurkan air hingga sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 meter kubik per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 mega watt.
Baca Juga: Kerumunan saat Vaksinasi, Pedagang Tanah Abang: Mending Antre BLT
Tak hanya itu, bendungan tersebut juga bermanfaat untuk pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi dan sedang dibangun jalan akses dari jalan nasional ke bendungan sepanjang 11 km.
Diketahui biaya APBN yang dikeluarkan senilai Rp880 miliar yang dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sejak Januari 2017.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini saya resmikan Bendungan Napun Gete di kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur," kata Presiden Jokowi di Bendungan Napun Gete, Selasa (23/2/2021).
"Tadi pagi Pak Gubernur menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba, Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi ke Hong Kong. Kok berhenti? Ya karena memang kecukupan airnya kurang, sehingga di NTT dalam proses dibangun itu ada 7 bendungan," lanjutnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Merinding! Ular Kobra Masuk Kamar Kos saat Pemuda Ini Tidur Pulas
-
Karhutla Siak Terjadi di 5 Lokasi, Tim Fire Fighter RAPP Turut Dikerahkan
-
Viral Calon Anggota DPR Cuma Dapat Lima Suara, Padahal Keluarga Ada 9 Orang
-
Data Terkini Kasus Covid-19 di Kaltim, Lepas Masker Saat Makan Saja
-
Kerumunan saat Vaksinasi, Pedagang Tanah Abang: Mending Antre BLT
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi
-
Tentara Israel Klaim Temukan Buku Mein Kampf Saat Cari Prajurit yang Tewas di Lebanon
-
Awal Mula Sahroni Sadar Diperas KPK Gadungan Rp300 Juta, Berawal dari Tamu Perempuan di DPR
-
KPK Bongkar Modus 4 Pegawai Gadungan yang Peras Ahmad Sahroni, Ternyata Bukan yang Pertama Kali!
-
Kasus Andrie Yunus Tetap di Militer, Menko Yusril Respons Usul Gibran Soal Hakim Ad Hoc