Suara.com - Seorang perawat rehabilitasi penderita gangguan kejiwaan dan ketergantungan narkoba di Yayasan Dhira Suman Tritoha, Deri Winanto (32) disayat lehernya dengan pisau cukur oleh mantan pasiennya sendiri berinsial RA (19). Peristiwa itu terjadi di area parkir mobil Terminal II Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Jumat (26/2) dini hari.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho menuturkan bahwa peristiwa itu bermula tatkala RA bersitegang dengan orang tuanya dan menyatakan hendak pergi ke Bali pada Kamis (25/2/2021) sore.
Selanjutnya, orang tua RA menghubungi Deri selaku mantan perawatnya. Mereka selanjutnya menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di lokasi, mereka pun mencari RA. Deri bertemu dengan RA sekitar pukul 00.55 WIB. Tanpa basa-basi RA pun langsung manyabetkan pisau cukur ke leher Deri hingga mengalami pendarahan.
"Alhamdulillah saat ini korban dalam pemulihan dan telah sadar," kata Alex saat dikonfirmasi, Minggu (28/2).
Alex berujar, kekinian RA telah ditetapkan sebagai tersangka. Sekaligus, tengah menjalani pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa Dr Soeharto Heerdjan, Grogol, Jakarta Barat.
"Sudah penyidik tetapkan sebagai tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup. Akan tetapi proses penegakan hukum selanjutnya tergantung hasil pemeriksaan kondisi kejiwaan," ujarnya.
Dalam perkara ini, RA dipersangkakan dengan Pasal 351 dan/atau Pasal 352 KUHP dan/atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Ancamannya 10 tahun penjara.
Baca Juga: Pakai Pisau Cukur, Kronologi Pasien Sayat Leher Perawat di Bandara Soetta
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks
-
Saran Connie Bakrie ke Prabowo: Suruh Teddy Libur Dulu, Saatnya Dengar Orang-orang Berpengalaman
-
Peringatan Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II