Suara.com - Presiden Joko Widodo meminta jajaran Kementerian Perdagangan untuk terus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau menjelang bulan Ramadan.
"Ini perlu juga saya ingatkan bulan Ramadan yang tinggal 40 hari lagi, sebulan kemudian Idul fitri. Siapkan dari sekarang," kata Jokowi dalam peresmian pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Perdagangan Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/3/2021).
Ia juga meminta jajaran terkait terus berupaya memperbaiki kesetaraan harga di daerah-daerah pinggiran dan harus diantisipasi. Sehingga ketersediaan stok bahan pangan dan harga di daerah-daerah tetap stabil.
"Antisipasi dari sekarang walaupun nanti kita akan menyambut dengan sederhana. Tetapi sekali lagi ketersediaan stock dan harga yang stabil harus dijamin," ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut Jokowi menegaskan bahwa tahun 2021 adalah tahun pemulihan. Sehingga target pertumbuhan ekonomi 5 persen di APBN harus betul-betul tercapai.
"Target growth yang ada di APBN yang tadi saya disampaikan 5 persen itu harus betul-betul tercapai. Sekali lagi tahun 2021 adalah tahun pemulihan yang harus dilandasi dengan semangat dan optimisme," tutur dia.
Kepala Negara juga meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Perdagangan untuk tidak hanya bekerja normatif.
"Namun harus ada terobosan-terobosan kreatif," katanya.
Baca Juga: Kunjungi Banten Pakai Helikopter Super Puma, Ini Agenda Presiden Jokowi
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Bawa Mandat Prabowo Terkait RUU Polri, Menkum: UU Sudah Berlaku Dua Dekade, Perlu Disesuaikan
-
Miris! 6 Bulan Melaut Bertaruh Nyawa, Awak Kapal Perikanan Cuma Digaji Rp500 Ribu
-
Benarkah Pertumbuhan Ekonomi Selalu Merusak Alam? Studi Baru Justru Menemukan Sebaliknya
-
DPR Beberkan Poin-poin Perubahan di RUU Polri: Ada Soal Aturan Polisi Bertugas di Luar Institusi
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian
-
Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3