Suara.com - Tiga pedagang tokek asal Tuban dan Lamongan berurusan dengan polisi Grogol, Jawa Timur, setelah dilaporkan kasus penipuan dan penggelapan mobil Fortuner milik seorang warga Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Mereka menggadaikan mobil itu setelah mengatakan akan meruwatnya.
Menurut laporan Beritajatim.com, pada Sabtu (9/2/2021), korban didatangi tiga pelaku untuk keperluan jual-beli tokek sebagaimana kesepakatan mereka sebelumnya.
Rupanya, pelaku tertarik dengan harta korban setelah melihat mobil Toyota Fortuner di rumah itu.
Lantas, mereka mengakali korban dengan mengatakan di dalam mobil tersebut ada pengganggunya dan kalau tidak segera diruwat bisa membuat siapapun pengendaranya ketimpa sial.
Korban percaya begitu saja sama ucapan pelaku dan dia juga percaya ketika pelaku mengatakan bisa meruwat mobil tersebut.
Korban kemudian menyerahkan mobil tersebut kepada pelaku untuk diruwat.
Korban mulai curiga karena sudah sekian lama mobil tidak dikembalikan dan pada Selasa, 2 Maret 2021, dia mendapat kabar, mobil tersebut sudah berpindah tangan lagi. Mobil sudah digadaikan kepada seseorang.
Korban mengalami kerugian Rp240 juta dan dia melaporkan kasus tersebut ke kantor Polsek Grogol.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Kediri Kota Komisaris Kamsudi mengatakan di kemudian hari, pelaku dapat diamankan.
Baca Juga: Penipuan Modus Beasiswa, 2 Wali Murid SMK Maarif NU Banyumas Jadi Korban
Dua pelaku ditangkap polisi Grogol, sedangkan satu pelaku lagi diamankan polisi Trenggalek karena terlibat perkara lain.
Mereka dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun.
Berita Terkait
-
Waspada Sindikat Transnasional: Jangan Tergiur Janji Manis Kerja di Luar Negeri
-
Polda Metro Jaya Diminta Usut Dugaan Penipuan Rp3 Miliar
-
Waspada Quishing, Modus Penipuan Baru via Scan QR Code yang Bisa Menguras Rekening
-
Ancaman Phishing Makin Ganas, Kaspersky Blokir 140 Juta Serangan dalam Tiga Bulan
-
Terungkap! Masifnya Aliran Dana Investasi Kripto RI Rata-rata Hasil Penipuan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim