Suara.com - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun mengaku tak yakin jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) maju kembali menjadi tiga periode. Pasalnya, Refly mengatakan dirinya ragu koalisi lingkar istana ke depan bakal kompak usung Jokowi maju tiga periode.
"Ketika dihadapkan isu perpanjangan masa jabatan, kan berharap bahwa presiden Jokowi akan terpilih kembali di periode ketiga. Persoalannya adalah, apakah seputar istana akan kompak? Nah saya meragukan itu," kata Refly dalam diskusi daring yang digelar stasiun Radio, Sabtu (20/3/2021).
Refly menilai ke depan koalisi partai di pemerintahan pasti memiliki kepentingannya masing-masing. Ia kemudian memberikan contoh misalnya Partai Gerindra dengan Ketumnya Prabowo Subianto.
"Misal, kalau agenda itu didorongkan apakah Gerindra mau? Karena Gerindra dengan Prabowo-nya pasti berpikir wah ini saatnya karena tidak ada lagi pesaing yang menjegal dua kali," tuturnya.
Belum lagi, Refly mengatakan Partai Nasdem yang akan menggelar konvensi untuk persiapan Pilpres 2024. Kemudian ada Partai Golkar dengan Airlangga Hartarto yang mulai melakukan safari politik.
"Nah, kepentingan elite di seputar kekuasaan yang berbeda-beda ini menurut saya akan menjadi halangan juga untuk realisasinya tiga periode tersebut," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA
-
Wacana Gabungkan Pidsus dan Pidum, Burhanuddin Nilai Koordinasi Penanganan Perkara Lebih Efektif
-
Risky Tinggalkan Rutinitas Jual Ikan Keliling, Kini Menata Mimpi di Sekolah Rakyat
-
Hutan Tropis Dianggap Penyerap Karbon Utama, Tapi Penelitian Baru Tunjukkan Hal Berbeda
-
Keterlibatan TNI Urus Pangan Jadi Sorotan, Prabowo Sebut Langkah Strategis bagi Negara