Suara.com - Pemerintah mengaku bakal meningkatkan kapasitas alat testing Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose menjadi 15 ribu unit perbulan.
Hal itu dilakukan karena permintaan alat GeNose terus meningkat, disisi lain harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan alat tes Covid-19 lainnya.
"Diharapkan produksi GeNose dari 3 ribu per bulan bisa menjadi 10-15 ribu per bulan pada Juni Juli mendatang," kata Airlangga dalam konfrensi pers, Senin (22/2/2021).
Untuk itu dirinya berpesan kepada sang produsen yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meningkatkan fasilitas produksi mereka.
"Sebagai promotor, UGM diharapkan bisa mereplikasi manufaktur yang ada, karena demand sekarang banyak dan produksi harus ditingkatkan," ujarnya.
Apalagi kata Airlangga saat ini pemerintah terus meningkat angka testing Covid-19 agar penulisan virus corona bisa ditekan sekecil mungkin.
"Dengan GeNose ini lebih praktis karena hanya tinggal meniup alat dan dicek GeNose tentu digunakan di berbagai tempat atau stasiun yang dibutuhkan untuk mobilitas tinggi, kemarin PT KAI menerapkan harga Rp30 ribu termurah dibanding yang lain," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
-
MSCI Melihat 'Bandit' di Pasar Saham RI?
-
Harga Emas di Palembang Nyaris Rp17 Juta per Suku, Warga Menunda Membeli
Terkini
-
Drama London: Paspampres Klarifikasi Soal Halangi Jurnalis Saat Kawal Presiden Prabowo
-
Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Curhat Pimpinan KPK ke DPR: Alat Kurang Canggih Jadi Hambatan Utama OTT
-
Animo Tinggi, PDIP Minta Kemensos 'Gaspol' Bangun Sekolah Rakyat
-
PSI: Polri Harus Tetap di Bawah Presiden, Bukan Jadi Kementerian
-
KND Kawal Hak Atlet Disabilitas, Kontingen Indonesia Raih 135 Emas di ASEAN Para Games 2025
-
Ketua DPRD DKI Kawal Janji Pramono Lepas Saham Perusahaan Bir, Kaji Opsi Tukar Guling
-
Jadi Ipar Presiden RI, Soedradjad Djiwandono Ngaku Kudu Hati-hati Komentari Masalah Dalam Negeri
-
Kali Ciliwung Meluap, 11 RT di Jakarta Terendam Banjir
-
'Awal Tahun yang Sempurna', Daftar 4 Kritik Adian Napitupulu Terhadap Pemerintahan Prabowo