Suara.com - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta Premi Lasari mengakui masih ada kekurangan dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Salah satunya mengenai pemotongan uang tunai yang harusnya diterima warga.
Premi menuturkan, pemotongan uang itu dilakukan oleh oknum Ketua RT di salah satu wilayah. Namun ia tak merinci berapa jumlah yang dipotong dan malah beralasan pemangkasan itu dipakai demi ongkos jalan.
"Cuman untuk ongkos jalan," ujar Premi, Kamis (25/3/2021).
Kendati demikian, dana BST warga yang seharusnya diterima disebut Premi belum banyak terjadi. Sejauh ini ia baru menemukan satu kejadian penyunatan Ketua RT demi ongkos jalan itu.
"Oh enggak, ini hanya oknum, enggak banyak cuman satu waktu itu," jelasnya.
Imbas tindakan tersebut, sang Ketua RT telah diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian dilakukan berdasarkan pada Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 171 Tahun 2016.
"Dia berhenti menjadi ketua RT/RW, di Pergubnya itu jelas mengatur sanksi-sanksi," pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir
-
Divonis 10 Tahun, Akankah Nadiem Dapat Amnesti dari Prabowo?
-
Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB
-
'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026
-
Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat
-
Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?
-
Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran
-
Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar
-
Momen Hangat di Istana, Presiden Belarus Hadiahi Prabowo Pena Emas
-
Skandal Korupsi MBG: Kejagung Ungkap Keterlibatan Kolonel TNI Aktif dalam Proyek Motor BGN