Suara.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj menilai perlu ada perubahan kurikulum pendidikan agama di perguruan tinggi guna meminimalisir adanya radikalisme.
Said Aqil menilai porsi materi tentang akhlak pada pendidikan agama Islam di perguruan tinggi mesti diperbanyak.
Mata kuliah pendidikan agama Islam yang dimaksud Said Aqil ialah yang berlaku pada fakultas non pendidikan agama Islam. Kata Said Aqil, dalam 14 kali pertemuan itu mestinya jangan diisi oleh dua materi saja.
"Menurut saya pelajaran agama 14 kali pertemuan itu jangan semua diisi dengan akidah, syariah," kata Said saat membuka Webinar Mencegah Radikalisme & Terorisme Untuk Melahirkan Kehaharmonisan Sosial, Selasa (30/3/2021).
Said Aqil berpendapat materi akidah dan syariah itu cukup diberikan kepada mahasiswa sebanyak empat kali pertemuan. Di mana mahasiswa diberikan pelajaran soal rukun iman dan rukun Islam sesuai dengan porsinya.
Kemudian untuk 10 kali pertemuan perkuliahan itu mahasiswa diberikan pelajaran tentang akhalul karimah. Materi tersebut dianggap penting bagi Said Aqil agar mahasiswa bisa menerapkan keperibadian yang baik dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam.
"Hormat kepada orang tua, silahturahim, tolong menolong, membantu orang lagi susah, menghormati tamu, menghormati tetangga, nengok orang sakit, takziah, mendoakan satu sama lain, tidak boleh hasut, tidak boleh dengki, tidak boleh adu domba, tidak boleh hoaks dan seterusnya," jelasnya.
Ia menyebut kalau pelajaran soal akhlak tersebut juga banyak dicantumkan dalam ayat-ayat Alquran. Sehingga para dosen tidak kebingungan mengajar materi akhlak dalam 10 kali pertemuan.
Selama ini, Said Aqil melihat kurikulum pendidikan Agama Islam untuk pendidikan tinggi lebih sering mengajarkan akidah teologi. Ia malah khawatir nantinya malah menjadi dampak buruk bagi mahasiswa.
Baca Juga: 6 Kampus Negeri di Banten Pilihan Terbaik 2021
"Terulang-ulang (pembahasan) neraka, surga, kafir, sesat, akidah teologi lah, wah, radikal semua nanti itu," ungkapnya.
Lebih lanjut, Said Aqil berpendapat kalau kurikulum pendidikan Agama Islam yang bersifat mendalam hanya berlaku bagi fakultas khusus yang memperdalam soal akidah, tafsir, hadist, ataupun faqih.
"Kalau di fakultas umum cukup hanya mengenal, diajak untuk meyakini kemudian yang ditekankan adalah akhlakul karimah. Menghindari radikalisme yang tumbuh di (semisal) jurusan teknik atau jurusan yang bukan jurusan agama."
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Unik, Aksi Massa di Mapolda DIY Bergerak Organik Tanpa Orasi dan Tuntutan Tertulis
-
Aksi di Mapolda DIY: Massa Kecam Kekerasan Aparat yang Tewaskan Bocah di Maluku