Suara.com - Moeldoko, akhirnya menjawab tudingan-tudingan yang dihujamkan kepadanya, terkait sepak terjang politiknya sejak pensiun dari TNI hingga menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.
Dia mengekasna, dirinya tak pernah berubah dalam memegang prinsip sejak menjadi Panglima TNI hingga kekinian menjadi 'orang sipil' dan terjun ke politik.
Hal itu ia tegaskan lewat unggahan berjudul "Moeldoko menjawab part 2" di akun Instagram pribadi @dr_moeldoko, Selasa (30/3/2021).
Dalam video berdurasi 2.29 menit itu, Moeldoko berbicara ihwal pilihan politiknya saat ini sebagai sipil.
Moeldoko sebelumnya juga berbicara mengenai prajurit TNI yang ia yakini tidak akan mudah diprovokasi.
Dia mengungkapkan, selama dulu menjadi Panglima TNI era Presiden SBY, selalu menanamkan kebajikan juga kesejahteraan serta profesionalisme.
"Saya tak pernah membuat prajurit merintih," kata Moeldoko.
"Ketika saya bertugas di militer, tugasnya mengawal stabilitas dan juga demokrasi. Sebagai panglima, tugas besar yang saya lakukan adalah menjaga stabilitas dan mengawal jalannya demokrasi yang dinamis. TNI bermain di ruang sempit, tetapi dengan seni kepemimpinan, situasi itu saya hadapi. Dan pada pemilu 2014 semuanya telah berjalan dengan baik," kata Moeldoko.
Sementara kekinian, sebagai orang sipil, Moeldoko mengatakan tugasnya adalah menjaga demokrasi tetap konsisten.
Baca Juga: Tanggapi Pernyataan AHY, Moeldoko Bakal Tertibkan Internal Demokrat
Moeldoko lantas menyoroti ada orang-orang berpolitik dengan cara mencari perhatian dan membonceng kanan-kiri.
Tak hanya itu, Moeldoko juga menyoroti politikus yang mengorbankan jiwa nasionalisme dan Pancasila. Padahal, lanjut Moeldoko, sikap tersebut tidak ada yang menggubris.
"Moeldoko tidak seperti itu. Saya tidak pernah mengemis untuk mendapat pangkat dan jabatan. Apalagi, menggadaikan yang selama ini saya perjuangkan. Saya konsisten, saya rela mempertaruhkan leher saya untuk terus menegakkan Pancasila dan berkibarnya Merah Putih. Tetapi, jika ada yang berusaha merusak ke Indonesiaan kita. Saya akan berdiri memimpin untuk meruntuhkannya," kata Moeldoko.
Berita Terkait
-
Tanggapi Pernyataan AHY, Moeldoko Bakal Tertibkan Internal Demokrat
-
Moeldoko Disebut Jenderal Santri, Taufiqurrahman: Kok Maling?
-
Sidang Diskors, Majelis Hakim Pertanyakan Legal Standing Kuasa Hukum AHY
-
Andi Arief Sebut Ada Indikasi Kantor DPP Demokrat Akan Direbut Paksa
-
Moeldoko akan Tertibkan Internal Partai Demokrat
Terpopuler
- Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- 3 Shio yang Menarik Keberuntungan Sepanjang September 2026, Hoki Sebulan Penuh
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
- 5 Pilihan Rice Cooker Panci Keramik yang Awet, Tahan Gores, dan Mudah Dibersihkan
Pilihan
-
Sempat Serukan Serang Hercules! Admin Akun Pemukiman Setan Ditangkap Polisi karena Molotov
-
Pidato Pertama Sebagai Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Berseloroh: Baru Dua Jam Saja
-
Jalani Ritual di Danau Sunter, WNA Aljazair Dievakuasi Setelah Dirayu 3 Jam
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
Terkini
-
Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC
-
Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI
-
Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK
-
Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir
-
Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat
-
Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!
-
Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass
-
Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!
-
Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah
-
Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar