Fiersa Besari juga menyinggung contoh lain yang paradoks, seperti mudik yang dilarang. Tapi di sisi lain, pemerintah membuka destinasi pariwisata secara serentak.
"Banyak paradoks di negeri ini. Mudik dilarang, tapi destinasi wisata buka serempak. Penutupan jalan raya, tapi malah macet di sana-sini.
Izin resepsi masyarakat dipersulit, tapi pernikahan seleb dihadiri langsung oleh pemimpin negara.
"Ah, tapi saya tahu apa. Cuma rakyat jelata," tulis Fiersa di media sosialnya.
Bukan cuma Fiersa Besari, advokat Indonesia yang juga ketua Partai Pandai, Farhat Abbas juga menyindir resepsi tersebut.
Menurut Farhat, seharusnya Jokowi tidak menghadiri acara berbau bisnis alias berbayar atau mendapat endorse tersebut.
"Suana pernikahan terasa HUT RI, saran buat Presiden @jokowi @bamsoetpedia @prabowo dalam perayaan acara yg sifatnya berbau bisnis alias berbayar/beriklan/Live, sebaiknya pejabat negara tidak hadir sebagai pendukung acara tersebut, karena agak mengganggu konstitusional dan kenegarawanan lain halnya kalo hanya acara biasa atau rakyat biasa. Maaf Dr Farhat Abbas - Ketum PANDAI," tulis akun instagram Farhat Abbas.
Masih dikutip dari Terkini.id, banyak netizen lain yang sindir pernikahan itu. Salah satunya ada akun @mazzini_gsp yang tampak memberi sindiran super sarkastis di media sosial Twitter.
Netizen tersebut membandingkan antara pernikahan masyarakat biasa dan pernikahan Atta-Aurel yang merupakan pasangan tenar dengan banyak kenalan pejabat.
Baca Juga: Hits: Sepatu Atta Halilintar Saat Nikah, Gaun Terawang Milik Luna Maya
Menggunakan sarkasme, ia menyebut bahwasanya pernikahan artis tenar yang punya kenalan pejabat tentunya tak berpotensi penularan Corona, berbeda dengan masyarakat biasa yang pasti rentan akan penularan virus sehingga harus dibubarkan.
"Pernikahan artis tenar yang ada kenalan pejabat tinggi, jelas tak berpotensi ada penularan virus corona," tulisnya, dikutip terkini.id pada Minggu, 4 April 2021 via Twitter.
"Tapi kalau masyarakat biasa, pernikahannya rentan berpotensi penularan virus corona makanya dibubarankan. Terima kasih pemerintah atas antisipasi penyebaran Covid-19 (emoji love tiga buah)," pungkasnya.
Selain beberapa kalimat sindiran, ia juga mengunggah sejumlah tangkapan layar berita yang memperlihatkan Presiden Jokowi hadiri pernikahan Atta-Aurel dan berita tentang pembubaran pernikahan masyarakat biasa oleh Satgas Covid-19 dan polisi.
Cuitan tersebut kontan menarik perhatian sejumlah netizen lainnya dengan beragam opini mereka.
"Emang pejabat masih takut Covid? Disumpah pake kitab suci yang hukumannya dari tuhan aja kaga ada yang takut," komentar pedas akun @hellkugz, dikutip terkini.id pada Minggu, 4 April 2021.
"Kalian aneh gk si? Pejabat2 pada dateng cuma buat resepsi nikahan public figure ga jelas. Kenapa gk ngurusin permasalahan rakyat kecil? Malah ngehadirin acara yg gk patuh prokes," timpal akun @thefuckinruism.
"Kesel bgt pas liat pak joko sama pak bowo di nikahan aurel atta, mikir keras urgensinya dimana sampe menteri dan presiden harus dateng disaat kaya gini," tutur akun @imvibbyy.
"Kan corona hanya untuk warga biasa (emoji tertawa). Yang "dianggap" gak taat protokol kesehatan padahal tiap hari pake masker, semprot alkohol smpai mabok, hidung juga berkali kali dicolok buat test swab," ujar akun @zpoenah.
Namun, ada netizen melampirkan sebuah tangkapan layar yang menampilkan alasan bahwa Atta-Aurel memang melakukan hal terkait prokes yang sulit untuk dilakukan masyarakat biasa.
"Warga biasa gabisa kaya gini ngab," tulis akun @nameulan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS
-
3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli
-
Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil
-
Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan
-
Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu
-
Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan
-
Disebut Medali 'Cokelat', Konate: Prancis Serius Bidik Tempat Ketiga di Piala Dunia 2026