Suara.com - Seorang guru SMP di Chiayi diduga menghukum siswa yang datang terlambat dengan menyuruhnya menggonggong seperti anjing. Menyadur Taiwan News Jumat (23/04), hal ini memicu reaksi keras dari orang tua.
Seorang warga Chiayi menulis di Facebook pada Senin (19 April) bahwa anak mereka dihukum dengan cara yang tidak biasa setelah datang terlambat ke kelas dansa, CNA melaporkan.
Siswa itu, bersama dengan siswa yang terlambat lainnya, dikunci di luar kelas dan diberi 'kode ajaib' untuk membuka pintu, yaitu gonggongan anjing.
"Tidak bisakah bentuk hukuman lain digunakan selain mempermalukan siswa seperti ini?" tulis orangtua tersebut.
Otoritas pendidikan di kabupaten ini langsung meluncurkan penyelidikan untuk meluruskan kasus ini.
Departemen Pendidikan Chiayi mengatakan telah menerima laporan tentang insiden tersebut dan mengirim pengawas ke sekolah untuk menentukan apakah guru tersebut melanggar undang-undang.
Sekolah tersebut mengatakan bahwa guru bermarga Tsai itu telah mengaku dan tidak menyadari dampak gonggongan anjing yang berpotensi merendahkan. Ia lebih menekankan peringatan daripada hukuman.
Sekolah berjanji akan mengikuti langkah-langkah disipliner yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan insiden yang sama tidak terulang kembali.
Baca Juga: Isu Reuni 212 Batal, PA 212: Anjing Menggonggong Kafilah Berlalu
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget