Suara.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto memberikan instruksi agar putra dan putri dari 53 ABK kapal selam Nanggala-402 disekolahkan di SMA Taruna Nusantara Magelang dan Universitas Pertahanan (Unhan).
Mereka akan diberikan beasiswa oleh pemerintah secara penuh.
"Saya telah menginstrusikan kepada Lembaga Pendidikan di bawah binaan Kementerian Pertahanan yaitu SMA Taruna Nusantara Magelang dan Universitas Pertahanan Republik Indonesia untuk mengalokasikan tempat bagi putra-putri ABK KRI Nanggala 402," kata Prabowo dalam keterangan tertulisnya, Senin (26/4/2021).
Prabowo menjelaskan bagi putra dan putri yang tengah mengenyam pendidikan setingkat SMA, bisa diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang dengan beasiswa penuh.
Begitu pula dengan putra dan putri yang akan masuk perguruan tinggi, akan diterima di Unhan RI dengan beasiswa penuh.
Sementara untuk yang masih duduk di bangku SD dan SMP, nantinya akan diberikan beasiswa melalui Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan.
Sebab, saat ini pendidikan Taruna Nusantara untuk level SMP masih tengah disiapkan.
Beasiswa tersebut disampaikan Prabowo bukan hanya untuk putra dan putri 53 ABK kapal selam Nanggala-402. Tetapi berlaku juga bagi putra dan putri prajurit TNI AL yang gugur dalam bertugas.
"Personel TNI AL yang telah gugur dalam tugas menjaga negeri sebagai pahlawan bangsa," tuturnya.
Baca Juga: Intensi Khusus KRI Nanggala-402 dalam Misa Gereja Santo Yusup Surabaya
Sebelumnya, dalam tragadi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402, sebanyak 53 prajurit TNI dinyatakan gugur.
Hal ini dikatakan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Marsekal Hadi Tjahjanto saat jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Badung, Bali, Minggu petang.
Kapal selam ini membawa 53 orang yang terdiri dari 49 ABK, seorang komandan satuan, dan tiga personel senjata. Kapal hilang kontak saat komandan pelatihan hendak memberikan otoritas penembakan terpedo.
Dalam jumpa pers di Bali, Sabtu (24/4), Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan status KRI Nanggala-402 telah menjadi subsunk (tenggelam) setelah tim pencari melakukan pencarian selama 72 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Dari Gadis 19 Tahun: Perjalanan 3 Dekade Wanda Ponika Bangun Imperium Berlian
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Revaldo Ditangkap di Apartemen, Polisi Temukan Sabu dan Alat Isap
-
Diisukan Membelot dari Gerindra ke PSI, Dedi Mulyadi Kaget dan Heran
-
Modus Timbang Berat Badan, Pedagang Cimin di Cirebon Diduga Cabuli 7 Anak
-
Pakai Teknologi Kelme K-Loomax, Ini Tampilan Jersey Home, Away dan Third Persib
-
Bukan Perkuat Timnas Indonesia, Adik Mitchell Baker Pilih Hong Kong
-
PAN Bantah Budi Arie Soal Percepatan 2029: Indonesia Tak Sedang Menuju Situasi 98
-
Kemeriahan Ngeropok, Saat Berkah Panjang Mulud Melimpah di Lopang Serang
-
Gunung Geulis Sukabumi Terbakar, 4 Hektare Lahan Hangus Api Mendekati Pemukiman