Suara.com - Setelah dikabarkan hilang kontak pada 21 April 2021, akhirnya keberadaan kapal selam Nanggala 402 ditemukan pada 25 April 2021. Penemuan kapal selam Nanggala tak lepas dari bantuan robot penyelam ROV (Remotely Operated Vehicle). Lantas, apa itu ROV, pencari KRI Nanggala-402?
Beberapa alat bantu dikerahkan dalam proses pencarian kapal selam Nanggala 402 yang hilang kontak pada 21 April 2021 di perairan Bali. Salah satu alat bantu yang digunakan dalam proses pencarian yaitu robot penyelam ROV.
Robot penyelam ini didatangkan oleh tim Basarnas (Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional) dari Jakarta. Berikut ini penjelasan apa itu ROV, pencari KRI Nanggala-402.
Apa Itu ROV?
ROV (Remotely Operated Vehicle) merupakan robot penyelam yang tidak memiliki awak. Robot penyelam ini berfungsi untuk mengamati benda yang ada di dalam laut.
Hal yang harus dipastikan sebelum robot penyelam tersebut diterjunkan ke dalam laut, yakni menentukan titik lokasi. Untuk menentukan titik lokasi, biasanya akan ditandai oleh tim KRI yang sudah berada di lokasi pencarian.
Setelah itu, ROV akan diterjunkan ke titik yang sudah ditentukan untuk memastikan keberadaan objek yang sedang dicari. Dalam proses pencarian tersebut, ROV sudah dilengkapi lampu penerangan dan kamera. Kemudian sonar dikeluarkan guna mendeteksi keberadaan objek di dalam laut.
Diketahui, ROV ini dikenalkan ke publik sekitar tahun 1980-an. Robot penyelam ROV ini dirancang khusus untuk area lepas pantai yang tak mampu dijangkau oleh para penyelam.
Biasanya, ROV digunakan untuk proses penyelamatan laut dalam serta untuk memulihkan objek yang berada di dasar laut.
Baca Juga: Hiu Kencana: Makna Lambang, Motto, dan Sejarah Korps
Dalam proses pencarian kapal selam Nanggala-402 melibatkan robot penyelam ROV milik Polri serta ROV bantuan dari Singapura.
Dalam proses kerjanya, ROV milik Polri memiliki kemampuan untuk mendeteksi objek di bawah laut dengan kedalaman 200 sampai 300 meter. Sedangkan ROV milik Singapura mempunya kemampuan untuk mendeteksi objek bawah laut dengan kedalaman mencapai 900 meter.
Demikianlah informasi mengenai apa itu ROV, pencari KRI Nanggala-402. Kini kapal selam Nanggala telah ditemukan dan dinyatakan tenggelam serta seluruh awak kapal dinyatakan gugur. Semoga awak kapal yang gugur mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T
-
Lantik ASN di Desa Terpencil, KDM Ingatkan Tugas Melayani Masyarakat hingga Pelosok
-
Kemensos Terima Hibah Lahan 6,3 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Rakyat di Tangerang
-
KPK Sita Toko, Salon, Hingga Rumah Milik Bupati Nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Wamendagri Dorong Penguatan Kerja Sama Daerah untuk Antisipasi Karhutla saat El Nino 20262027
-
Tito Sebut Pemulihan Pascabencana di Sumatera Makin Progresif, Infrastruktur Permanen Dipercepat
-
Fantastis! Libur Sekolah Bikin Negara Hemat Rp3,4 Triliun dari Program Makan Bergizi Gratis
-
Lawan Putusan Pengadilan Militer! 4 Prajurit BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus Ajukan Banding
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi