Suara.com - Beredar video diduga salah seorang awak KRI Nanggala 402, Serda Kom Purwanto memeluk bayinya yang baru lahir sebelum berangkat berlayar.
Video tersebut diunggah oleh akun TikTok bernama @hihihikkkkkk. Dalam video tersebut tampak seorang pria menangis sambil memeluk bayi yang baru lahir.
Akun tersebut juga menambahkan narasi sebagai berikut:
"Saat-saat terakhir Serda Kom Purwanto memeluk buah hatinya yang baru lahir yang seakan-akan sang bayi merasakan bahwa pelukan sang ayah yang pertama sekaligus yang terakhir hingga sang buah hati menangis tak mau lepas dari pelukan sang ayah.
Semoga istiqomah".
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Jumat (30/4/2021), klaim dalam video yang menyebut alah satu awak KRI Nanggala 402 memeluk bayinya sebelum berlayar adalah klaim yang salah.
Serda Kom Purwanto memang tercatat sebagai satu dari 53 awak KRI Nanggala 402 yang gugur saat menjalankan tugas di Laut Bali.
Dikutip dari Kumparan.com, istri dari Serda Kom Purwanto, Dian Arisa membantah bahwa pria dalam video tersebut merupakan mendiang suaminya yang gugur di KRI Nanggala 402.
Baca Juga: Penghina TNI dan KRI Nanggala Diciduk, Saat Diperiksa Linglung
Dian menegaskan, ia dan sang suami tidak memiliki anak yang masih bayi.
"Pak Pur punya dua putri usianya yang pertama 9 tahun dan kedua baru 5 tahun. Saya saja baru tahu kalau ada video viral mengatasnamakan suami saya. Itu tidak benar," ungkap Dian.
Dian berpesan kepada masyarakat untuk tidsak mudah percaya dengan berita-berita yang belum jelas asal usulnya.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim video awak KRI Nanggala 402 gendong bayinya sebelum berlayar adalah klaim yang salah.
Klaim tersebut merupakan klaim hoaks yang masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
KPK Endus Perintah Petinggi Maktour Travel untuk Hancurkan Barang Bukti Kasus Haji
-
Pejabat OJK-BEI Mundur Saja Tak Cukup, Ketua Banggar DPR Desak Rombak Aturan 'Free Float'
-
Kasus Korupsi Iklan Bank BJB, KPK Telusuri Komunikasi Ridwan Kamil dan Aliran Dana Miliaran
-
Gus Yahya Buka Suara: Tambang Jadi Biang Kerok Kisruh di Tubuh PBNU?
-
KPK Sita Dokumen Proyek Hingga Barang Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
-
KPK Gandeng BPK Periksa Gus Yaqut Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
PBNU Rayakan Harlah Satu Abad di Istora Senayan Besok, Prabowo Dijadwalkan Hadir
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Usut Kasus Bupati Sudewo, KPK Bakal Telusuri Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa di Wilayah Lain