Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Agustin Wilujeng menyarankan pemerintah untuk membiayai siswa yang belum vaksinasi Covid-19 serta tes PCR atau antigen rutin sebelum mulai pembelajaran tatap muka.
Menurut Agustin hal itu diperlukan untuk membangun kepercayaan orang tua atau wali murid agar mendukung belajar tatap muka.
"Persoalan terbesar sekolah tatap muka adalah terkait untrust atau ketidakpercayaan publik. Sebab tak satupun tes antigen atau PCR yang dilakukan. Saya kira kalau orang tua tak ada garansi bahwa anaknya akan secure, maka takkan diizinkan sekolah," kata Agustin, Rabu (5/5/2021).
Dana untuk membiayai vaksinasi dan tes bisa diambil dari anggaran pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. "20 persen itu milik pendidikan nasional, kita dalam situasi bencana, kenapa tidak diprioritaskan ke situ?" kata dia.
Agustun juga mendorong pemerintah menggerakkan stakeholder pendidikan turut membantu memfasilitasi kebutuhan tersebut agar anak-anak tidak kehilangan pembelajaran yang sudah terjadi selama satu tahun terakhir.
"Atau bahkan tokoh dan pengusaha yang punya energi, orang tua murid yang punya kelebihan, kita sumbangkan rapid test untuk memastikan anak dalam kelas terjamin sehat. Itu harus. Karena itu adalah jaminan. Dengan begitu sekolah tatap muka akan terjadi," tutur Agustin.
Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan hingga saat ini baru 25 persen sekolah yang sudah memulai pembelajaran tatap muka dan dia menilai masih sedikit sekali karena pemerintah pusat sudah memberikan wewenang ke daerah untuk membuka sekolah tatap muka sejak Januari 2021.
Tetapi sesuai Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang sekolah di masa pandemi, keputusan terakhir mengizinkan atau tidak belajar tatap muka tetap orang tua atau wali murid.
Dalam SKB disebutkan sekolah tetap memberikan dua opsi, yakni pembelajaran tatap muka (offline) atau jarak jauh (online) sesuai dengan izin orang tua atau wali murid.
Baca Juga: Mendikbudristek Nadiem Sebut Baru 25 Persen Sekolah Tatap Muka Saat Pandemi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733
-
DPR Ragukan Status Pesantren Predator Seks di Pati: Itu Hanya Kedok!
-
Erupsi Gunung Dukono: 3 Pendaki Masih Hilang, Tim SAR Berpacu dengan Waktu
-
ABK Hilang Usai Kapal Ditabrak Kargo di Perairan Kalianda Belum Ditemukan
-
Siasat Licin Bandar Narkoba di Depok: Simpan Sabu di Dalam Ban, Berakhir di Tangan Polisi
-
Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Kolaka, 188 Rumah Warga Terdampak
-
Wanti-wanti Komisi X DPR: Kebijakan Guru Non-ASN Jangan Lumpuhkan Pendidikan