Suara.com - Sejumlah calon penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menukarkan tiketnya kembali dengan uang (refund) setelah gagal berangkat pada H-1 Lebaran. Proses refund itu dilakukan lantaran mereka gagal mudik lebaran karena tak lolos persyaratan, termasuk surat izin dari kelurahan.
"Prosesnya sebulan bisa cair," kata seorang calon penumpang Syukur di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu.
Pria yang bekerja di perusahaan swasta di Bekasi itu mengaku memesan tiket kelas ekonomi pulang pergi seminggu sebelumnya seharga Rp50.000 untuk sekali perjalanan.
Ia beralasan membatalkan perjalanan karena keluarga menyarankan untuk sementara tidak pulang ke kampung halaman.
"Awalnya seminggu lalu pesan tiket tapi belum kasih kabar ke keluarga di rumah, baru kabari tadi jam tujuh pagi tapi malah tidak diberi izin pulang sama keluarga," ucapnya.
Lain cerita calon penumpang Umar Wisesa yang gagal berangkat ke Tasikmalaya karena tidak mengantongi dokumen perjalanan dari kelurahan.
"Saya tidak tahu kalau ada surat izin dari kelurahan," ucapnya.
Ia kemudian membatalkan tiketnya untuk kemudian ditukar dengan uang sebesar Rp65 ribu, seharga tiket kereta jurusan Tasikmalaya.
Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta Eva Chairunisa mengatakan sejak larangan mudik hingga H-2 Lebaran tercatat sekitar 400 orang calon penumpang membatalkan perjalanan.
Baca Juga: 72 Warga Ditolak Petugas saat Mau Keluar Jakarta dari Stasiun Pasar Senen
Ia mengungkapkan penyebab pembatalan tiket calon penumpang itu sebagian besar karena ditolak ketika verifikasi dokumen perjalanan dan sebagian kecil lainnya karena inisiatif sendiri.
Sementara itu, pada H-1 Lebaran sekitar 800 orang penumpang berangkat dari Stasiun Pasar Senen.
Jumlah itu menurun dibandingkan pada H-2 Lebaran yang mencapai 1.071 orang. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Tepis Isu Perang Institusi, Komjak: Rumah Jampidsus Digeledah Bukan Sinyal Konflik Jaksa dan Polri
-
Siasat Sembunyikan Aset? KPK Duga Rumah Mewah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Gunakan Nominee
-
KPK Siap Supervisi Kasus Jampidsus Febrie: Tak Ada Kata Tidak Siap!
-
Panas Lembap Kian Berbahaya akibat Perubahan Iklim, Mengapa Tubuh Semakin Sulit Beradaptasi?
-
KPK Bakal Kuliti LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah Buntut Rumah Mewah di Sentul
-
'Hukum Jangan Berdasar Pesanan!' Prabowo Diminta Turun Tangan Evaluasi dan Berish-bersih Kejagung
-
Prabowo Sadar Ada Maling di Program MBG, Minta Warga Lapor Lewat TikTok
-
Keranda Khas Gorontalo Iringi Pemakaman Militer Rachmat Gobel di TMP Kalibata
-
Prabowo Bongkar Upaya Jual PT PAL, Pindad, dan PT DI ke Asing: Saya Larang!
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap 47 Nama Terlibat Korupsi MBG, Ada Politisi Besar Terseret?