Hersubeno Arief selaku rekan diskusi kemudian bertanya kepada Rocky Gerung apa yang seharusnya dilakukan pemerintah ketika cara-cara untuk meredam oposisi tersebut tidak efektif.
Menimpali hal itu, Rocky Gerung mengaku lebih hormat dengan model otoritarianisme pemerintahan Orde Baru (Orba), pimpinan Presiden Soeharto saat itu.
"Saya lebih hormat model otoritarianisme Orba. Itu resmi. Kalau diskusi ada petugas datang. Atas nama UU kami bubarkan diskusi kalian. Petugas datang dengan perintah UU, bukan diam-diam membatalkan diskusi," kata Rocky Gerung.
"Yang ada, petugas naik ke panggung lalu bentak-bentak. Ya dibubarkan dengan UU. Kalau ini [Era Jokowi] dibubarkan diam-diam, dihalangi orang berpikir. Lebih dungu," tegasnya menambahi.
Rocky Gerung lantas menyebut perbedaan lain antara era Jokowi dan Orba yakni soal sistem. Kata dia, era sekarang akan sulit untuk menyamai kemampuan Orba.
"Orba masih punya sistem. Ini gak ada sistem. Buzzer bisa jadi BIN [Badan Intelijen Negara] dan sebaliknya. Bagian ini yang memburuk dan gak tahu bagaimana istana nonton. Mungkin diantara mereka nyinyir," terang dia.
"Kalau mau tiru gak mampu. Karena di Orba ada orang-orang berpikiran kuat, terlepas dari efeknya. Kalau sekarang gak ada pasukan yang berpikir," tukas Rocky Gerung menandasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Misteri CCTV 'Gaib' di Kasus Andrie Yunus: Muncul Saat Rilis, Lenyap di Meja Hijau
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
-
Krisis Ekonomi Ubah Tradisi Idul Adha di Negara Ini, Harga Kurban Gila-Gilaan