- Tim Advokasi untuk Demokrasi mengungkap hilangnya bukti rekaman CCTV dalam sidang praperadilan kasus Andrie Yunus di Jakarta Selatan.
- Polda Metro Jaya dinilai tidak menyertakan rekaman CCTV krusial yang sebelumnya sempat dipamerkan dalam konferensi pers publik.
- TAUD menduga terdapat sedikitnya 16 pelaku terlibat termasuk pihak sipil serta aktor intelektual di balik aksi penyerangan tersebut.
Suara.com - Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) membeberkan sejumlah kejanggalan dalam sidang praperadilan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Salah satu yang disorot adalah hilangnya bukti rekaman CCTV dalam berkas persidangan.
Anggota tim hukum TAUD, Afif Abdul Qoyim, mengungkapkan bahwa bukti-bukti yang dihadirkan Polda Metro Jaya di persidangan tidak selengkap saat dipaparkan dalam konferensi pers.
"Ternyata di dalam daftar bukti sekitar 80-an bukti yang dihadirkan oleh pihak Polda Metro Jaya ke persidangan praperadilan ini ternyata tidak ada rekaman CCTV," kata Afif seusai persidangan pembacaan kesimpulan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Afif pun mempertanyakan tidak dilampirkannya rekaman CCTV yang sebelumnya sempat ditampilkan Polda Metro Jaya dalam konferensi pers sebagai barang bukti dalam sidang praperadilan.
Menurutnya, rekaman tersebut merupakan bukti krusial karena dinilai dapat menunjukkan secara jelas pelaku dalam perkara yang dipersoalkan.
"Kalau misalnya pada saat konpers Polda Metro Jaya menghadirkan CCTV, itu kok di persidangan praperadilan enggak ada gitu? Padahal kan itu sangat menentukan, pada saat CCTV itu diputar kan ini pelakunya," ujarnya.
Dugaan 16 Pelaku dan Aktor Intelektual
Selain soal CCTV, kuasa hukum juga mengungkap temuan mengejutkan mengenai jumlah pelaku.
Baca Juga: TAUD Ultimatum Polisi, Limpahkan Kasus Andrie Yunus ke Penuntut Umum dalam 14 Hari
Jika saat ini baru empat anggota TNI yang diproses, TAUD menyebut ada belasan orang lain yang terlibat.
"Kami bisa membuktikan bahwa tidak hanya empat orang yang terlibat dalam penyeraman air keras terhadap Andrie, tapi setidaknya minimal ada 16 orang yang di mana di dalamnya juga diduga ada beberapa orang sipil yang terlibat," tegas Alghiffari Aqsa, anggota TAUD lainnya.
Menurut Alghiffari, kasus ini merupakan bagian dari jaringan yang terorganisir dan masih dapat terus dikembangkan.
Ia menyebut penyelidikan belum menyentuh pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penggalangan maupun pendanaan aksi dalam perkara tersebut.
"Kasus ini masih panjang, kasus ini masih bisa diselesaikan bahkan kita belum berbicara terkait siapa yang menggalang dana, siapa yang mendanai dalam kasus ini," pungkasnya. (Reporter: Dinda Pramesti K)
Berita Terkait
-
TAUD Ultimatum Polisi, Limpahkan Kasus Andrie Yunus ke Penuntut Umum dalam 14 Hari
-
Smart Lock Ezviz Terbaru Resmi Meluncur, Bisa Buka Pintu Pakai Wajah dan Telapak Tangan
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Polisi Cuma 'Wait and See', KontraS Cium Aroma Pelimpahan Berkas Terselubung ke Puspom TNI
-
Korban Kekerasan dan Pembela HAM Disebut Sulit Dapat Keadilan Lewat Peradilan Militer
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Kementerian PANRB dan Kemenkes Perkuat SDM Kesehatan Dukung Program Prioritas Presiden
-
Bocoran Der Spiegel: AS Berencana Pangkas Drastis Kontribusi Militer untuk NATO
-
Fleksibilitas Kerja ASN Perkuat Budaya Kerja Profesional dan Berbasis Kinerja
-
Gagah! Sapi Kurban 'Kelas Berat' 1 Ton Milik Prabowo Tiba di Masjid Istiqlal
-
Siapa Prihatini Cs? Peneliti yang Diduga Tipu Pakar Dunia di Denmark Ternyata Bukan Dosen Lokal
-
Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, UNY Benarkan Rivaldy dan Prihantini Adalah Alumni
-
Pemkab Mojokerto Kucurkan Dana Rp7,5 Miliar untuk Insentif 6 Ribu Guru TPQ
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?