Suara.com - Pesawat Air India terbang kembali ke Delhi's International Airport karena seekor kelelawar terbang di kabin business class ketika pesawat itu mengudara menuju New York.
Menyadur Independent Senin (31/05), Air India dengan nomor penerbangan 105 berangkat sesuai jadwal dari ibu kota India pada hari Kamis pukul 02.20 pagi.
Pesawat boeing 777 itu baru mengudara sekitar 30 menit ketika seekor kelelawar terlihat di dalam pesawat oleh awak di kelas bisnis.
Hewan itu dilaporkan langsung terbang di dalam kabin dan membuat keadaan menjadi genting sehingga pilot memutuskan untuk kembali ke Delhi.
Media India melaporkan pesawat itu difumigasi dan kelelawar yang sudah mati kemudian dipindahkan dari baris kedelapan kelas bisnis di dekat kursi D, E dan F.
Setelah beristirahat sehari, pesawat itu kembali beroperasi pada hari Jumat. "AI-105 DEL-EWR kembali ke Delhi setelah keberangkatan karena keadaan darurat siaga lokal diumumkan."
"Setibanya di sana, diketahui bahwa anggota kru melihat kelelawar di dalam kabin. Staf satwa liar dipanggil untuk menangkap dan mengambil kelelawar."
"Pesawat itu mendarat dengan selamat sekitar pukul 3.55 pagi," kata seorang pejabat di Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil India seperti dikutip oleh media lokal.
FlightRadar24 menunjukkan tak lama setelah lepas landas, Boeing 777-300 berusia 13 tahun itu ada di ketinggian 30.000 kaki barat laut Delhi selama lebih dari satu jam sebelum mendarat kembali di Delhi.
Baca Juga: Pesawat Jatuh di Danau, Joe Lara Bintang Serial Tarzan Tewas
Investigasi telah diluncurkan tapi pejabat Air India meyakini hewan itu ikut masuk ketika makanan dimuat ke dalam pesawat.
"Kemungkinan penyebabnya dari kendaraan seperti katering karena sepanjang waktu, tikus/kelelawar hanya berasal dari kendaraan mereka," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
Terkini
-
Pemkot Jakbar Tanggapi Soal Penolakan Pembangunan Rumah Duka dan Krematorium di Kalideres
-
KPK Dalami Dugaan Pengkondisian Proyek di Pati oleh Tim 8 Sudewo
-
Fokus Lulusan SMK-SMA: Inilah Syarat Baru Pemerintah Agar TKI Bisa Kerja di Luar Negeri
-
HNW Kecam Keras Sahur On The Road di Jombang, Pakai Sound Horeg dan Penari Seksi?
-
Sudah 31 Kecelakaan dalam Sebulan, KAI Daop 1 Minta Warga Tak Ngabuburit di Jalur Kereta
-
6 Fakta Terkini Banjir Bali: Sanur Terparah hingga Status Siaga Gelombang 4 Meter
-
ICW Desak KPK Awasi Ketat SPPG Polri, Ada Potensi Uang Negara Hilang Hingga Rp2 Triliun?
-
Diduga Main Asal Belok, Pengendara Ojol Luka Parah Dihantam Bus Transjakarta
-
Usut Kasus Pemerasan Sudewo Cs, KPK Panggil Plt Bupati Hingga Ketua KPU Pati
-
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!