Suara.com - Kisah seorang sopir angkot yang rela mengantarkan penumpangnya tanpa dibayar viral di media sosial.
Pasalnya, ia terang-terangan menggratiskan ongkos penumpangnya setiap hari jumat.
Video tersebut diunggah oleh seorang wanita bernama Jenny Apriliana dengan username akun TikTok @jennay05_ yang merupakan salah satu penumpangnya.
Cerita berawal ketika Jenny yang akan berangkat bekerja dengan naik angkot.
Namun kali ini, angkot yang ia tumpangi terasa berbeda. Ia melihat sebuah tulisan yang membuatnya terkejut.
"Jumat Berkah. Gratiissss," bunyi tulisan di angkot tersebut.
Ternyata, sopir angkot tersebut menggratiskan ongkos bagi penumpang yang naik angkotnya setiap hari Jumat.
Diceritakan Jenny bahwa sopir angkot itu sangat menolak jika ada penumpangnya yang memaksa untuk bayar.
Meski hari itu angkotnya sedang ramai penumpang, sopir angkot tersebut tetap konsisten dengan sedekahnya.
Baca Juga: Belanja Online Tak Baca Deskripsi, Biduan Alih Profesi Jadi Petani
" Bahkan saat saya sudah sampai tujuan itu gak boleh bayar meskipun sudah saya paksa, padahal penumpang waktu itu lumayan banyak, begitu konsisten buat bersedekah," tulis Jenny dalam keterangan videonya.
Jenny begitu terharu dengan apa yang dilakukan sopir angkot tersebut.
Dalam unggahannya Jenny tak lupa memberikan doa untuk sopir tersebut agar diberikan rezeki yang berlimpah.
" Subhanallah mari kita doakan Semoga bapak sopir sekeluarga diberikan rezeki yang berlimpah. Aammiinn...," tulisnya.
Aksi sopir angkot menggatiskan ongkos penumpang tiap hari jumat itu pun membuat netizen membanjiri postingan itu dengan pujian.
"Banyak cara dan jalan kalo mau sedekah, nggak harus nunggu kaya, yang penting niat dan kemauan untuk sedekah," ujar warganet.
"Surga hadiah buat sampean pak, semoga aamiin," tambah yang lain.
"Definisi kaya yang sesungguhnya," tulis warganet.
"Gimana setorannya ya," timpal lainnya.
"Seketika aku meneteskan air mata," sambung warganet.
Viral di TikTok, video tersebut dapat disaksikan di sini.
Berita Terkait
-
Belanja Online Tak Baca Deskripsi, Biduan Alih Profesi Jadi Petani
-
Kocak! Tukang Bakso Tak Paham Arah, Gerobak Dagangan Ditinggal Begitu Saja
-
Nekat Belanja Online Tak Baca Deskripsi, Emak-emak Mau Nangis Pas Barangnya Datang
-
Viral Curhat MUA Pernikahan, Pengantin Nggak Siap Mental Tolak Dirias Tebel
-
Viral Wisatawan Gagal ke Petilasan Mbah Maridjan, Dispar Panggil Pengelola Jip Merapi
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
Pilihan
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
Terkini
-
Aktifitas Sentul City Disetop Pascabanjir, Pemkab Bogor Selidiki Izin dan Drainase
-
Anggota MRP Tolak PSN di Merauke: Dinilai Ancam Ruang Hidup dan Hak Masyarakat Adat
-
Kemensos dan BPS Lakukan Groundcheck 11 Juta PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Target Tuntas Dua Bulan
-
Bupati Buol Akui Terima Rp 160 Juta dan Tiket Konser BLACKPINK, KPK Siap Usut Tuntas!
-
KPK Dalami Hubungan Jabatan Mulyono di 12 Perusahaan dengan Kasus Restitusi Pajak
-
Saksi Ahli Berbalik Arah! Mohamad Sobary Dukung Roy Suryo Cs dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
-
Gus Yaqut Praperadilan: Ini Tiga Alasan di Balik Gugatan Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
-
Kampung Nelayan Merah Putih Diubah Jadi 'Mesin Ekonomi' Baru, Ini Rencananya
-
Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Din Syamsuddin Diperiksa Selama 4 Jam
-
Israel Resmi Gabung BoP, Pakar UGM Sebut Indonesia Terjebak Diplomasi 'Coba-Coba' Berisiko Tinggi